Sabtu, 04 Juli 2015

Proses editing berita Metro Tv Biro Palembang

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.             Latar Belakang
             Setiap hari masyarakat mendapatkan informasi tentang kejadian-kejadian dan segala bentuk peristiwa yang terjadi di belahan dunia melalui televisi. Kehadiran stasiun televisi yang terus bertambah membuka jalan bagi jurnalis media massa televisi untuk terus berkembang. Kebutuhan masyarakat yang besar terhadap berita seolah menuntut stasiun televisi yang ada untuk mampu menghadirkan berita yang cepat, dapat diandalkan, akurat dan baru. Televisi menjadi media atau penyampai pesan yang sudah sangat dekat dengan masyarakat dan media televisi dianggap sangat mudah untuk digunakan sebagai media penghantar pesan yang cepat oleh kalangan masyarakat dengan ekonomi yang rendah. Munculnya media televisi dalam kehidupan manusia memang menghadirkan satu peradaban, khususnya dalam proses komunikasi dan informasi yang bersifat massa.
Banyaknya media massa baru memberikan banyak pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi dan hiburan. Penyampaian informasi diperlukan media yang mampu mencakup masyarakat secara luas. Effendy (2001: 6) mengatakan bahwa: Untuk menyampaikan sebuah pesan antara komunikator kepada komunikannya terdapat sebuah alat atau yang biasa disebut media, agar mendapat sebuah efek atau dampak.
Persaingan industri penyiaran saat ini telah mencapai tingkat persaingan yang sangat tajam sehingga dibutuhkan strategi yang baik untuk memenangkan persaingan pada era bebas belakangan ini (Morissan, 2005:1). Perkembangan media massa di Indonesia saat ini tengah mengalami kemajuan, khususnya media televisi.
            Penulis berpendapat bahwa media televisi memiliki beragam fungsi serta kegunaan dalam masyarakat. Televisi dapat memberikan pemahaman yang mendalam terhadap suatu pesan dimana khalayak tidak hanya mengetahui pesan tersebut, namun dapat melihat secara langsung dari tayangan gambar televisi. Sehingga khalayak dapat mengetahui sekaligus memahami pesan dengan jelas dan mendalam.
Sebuah berita, bagaimana hebatnya peristiwa atau kisah yang diangkat, tidak akan menarik apabila peristiwa itu tidak disampaikan dengan bahasa yang baik, kalimat yang jelas, informasi yang akurat ditambah dengan gambar yang kuat. Menulis berita televisi tentu berbeda dengan media cetak atau radio karena umumnya ada gambar dan footages yang melengkapi berita itu. Itulah sebabnya berita maupun feature TV yang menggabungkan narasi dan gambar yang harus m
 Penulis melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Metro Tv Biro Palembang, Karena Metro Tv merupakan Tv Nasional yang sudah terkenal dan sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas, dan Metro Tv mempunyai program unggulan yaitu program acara berita. Karena di Metro Tv ini kebanyakan merupakan stasiun berita, yang sudah dikenal oleh banyak orang.
Metro Tv Palembang dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan live secara langsung , peralatan untuk live secara langsung. Metro Tv biro Palembang merupakan cabang dari Metro Tv Jakarta, Metro tv jakarta merupakan Metro tv Pusat, dan mempunyai cabang di Medan, Makasar, Bandung, Surabaya. Dan dari setiap kota mempunyai kelengkapan yang sama, seperti mobil ENG (Elektronik News Gatering) untuk reporter dan kameramen mencari berita, dan mobil SNG( Satelit News Gatering) untuk siaran langsung.
Sehubungan dengan konsentrasi jurnalistik yang ditempuh oleh Penulis maka penulis memilih mendalami proses editing pada program berita, karena penulis melihat kualitas di setiap berita memiliki kualitas yang bagus, dan menerapkan prinsip-prinsip editing yang baik. Seorang editor dalam mengedit video berita harus mempunyai ketelitian dan konsentrasi, dalam menyingkronkan gambar dengan pengisi suara. Karena gambar merupakan alur sebuah berita dan menekankan bahasa gambar yang jelas hidup dan menarik. Penulis melakukan PKL(Praktek Kerja Lapangan) dengan mengikuti proses peliputan dan mengikuti proses editing video sebuah berita.
Berita televisi memiliki unsur naskah yang tediri dari naskah berita, judul berita, dan naskah yang disampaikan oleh anchor, audio yang tediri dari voice over / dubbing naskah berita, gambar berita yang tediri dari video rekaman hasil liputan, gambar penunjang berita atau video tambahan. Naskah berita, video rekaman / gambar, judul berita harus senada dan mudah dipahami, hal ini sangat bergantung pada editor dapat mengolahnya dengan baik.
Keberhasilan dari pembuatan sebuah program acara berita membutuhkan kerjasama tim yang baik agar program berjalan sebagaimana mestinya, baik pada tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Crew yang bertugas harus memiliki spesialisasi dan tidak melakukan peran ganda. Pada penelitian ini peneliti mengangkat tentang proses editing program berita di Metro Tv Biro Palembang. 

1.2. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan praktek kerja lapangan ini adalah :
1.      Untuk memahami proses editing program berita di Metro Tv Palembang.
2.      Untuk mengetahui tahapan – tahapan proses editing program berita di Metro Tv Palembang.
3.      Untuk mengetahui prinsip – prinsip proses editing program berita di Metro Tv Palembang.
4.      Menambah pengetahuan tentang pelajaran editing / mengaplikasikan Teori ke kehidupan yang nyata.
1.3.  Manfaat Penulisan
1.      Bagi penulis :
    1. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana proses editing program berita di Metro Tv Biro Palembang.
    2. Untuk mengetahui proses editing berita di Metro Tv Biro Palembang.


2.      Bagi Universitas :
    1. Untuk memenuhi syarat kelulusan tugas akhir pada Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Jurnalistik Universitas Bina Darma Palembang.
b.      Sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki kurikulum selanjutnya.
2.                  Bagi Stasiun Tv Metro Tv Biro Palembang:
Dapat memberi sebuah penghargaan dalam bentuk penelitian dan menambah eksistensi media tempat penelitian penulis.

1.4.      Tempat dan Waktu Praktek Kerja Lapangan
Tempat PKL               : Metro TV Palembang
Waktu                        : 15 April – 16 Mei 2015
Lokasi                                     : Jalan. Dr.M.Isa Komplek Taman Harapan    Indah                                    Blok A 10 Palembang.

 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.      Definisi  Komunikasi
Komunikasi (communication) berasal dari kata: common, yang berarti “sama”, dengan maksud sama makna, sehingga secara sederhana dapat dikatakan bahwa komunikasi merupakan proses menyamakan persepsi, pikiran, ide dan rasa antara komunikator dengan komunikan (Bambang, 2006: 10).
Pengertian  Komunikasi menurut Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka (Hafied;20). Pengertian Komunikasi menurut D. Lawrence Kincaid, Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam (Hafied, 2011: 20).
Terdapat banyak sekali pengertian komunikasi, seperti yang dikatakan oleh Lasswell (Mondry, 2008: 1) sebagai seorang ilmuan komunikasi, menggambarkan komunikasi secara baik yaitu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan: who, say what in which channel to when with what effect?, sedangkan Barry (Mondry, 2008: 1) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian informasi, pengetahuan dan pengalaman supaya timbul saling pengertian, keyakinan/kepercayaan serta kontrol yang diperlukan, lain lagi dengan apa yang diungkapkan oleh Scrhamm (Mondry, 2008: 1), komunikasi adalah usaha mengadakan “persamaan” dengan orang.
Dari pengertian-pengertian yang diungkapkan oleh para ahli komunikasi, maka penulis berpendapat bahwa komunikasi adalah suatu ilmu yang mempelajari mekanisme hubungan antara manusia, baik lisan ataupun tulisan yang bertujuan mengetahui sikap (afeksi), menambah pengetahuan dan wawasan (kognisi) serta adanya perubahan perilaku (psikomotorik) satu sama lain.
2.1.1    Komponen dalam Komunikasi
Dari beberapa definisi komunikasi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi merupakan suatu kegiatan tukar-menukar data, fakta dan ide yang dapat terjalin dengan baik apabila terjadi saling pengertian dan persamaan persepsi antara komunikan dan komunikatornya. Ada beberapa elemen dalam komunikasi  (Mulyana, 2003), yaitu:
  1. Source
Adalah pihak yang memproduksi dan menyampaikan pesan.
  1. Encoding
Adalah proses yang dilakukan dalam rangka menyusun pesan yang akan dikomunikasikan.
  1. Message
Adalah informasi atau pesan yang disampaikan.

  1. Channel
Adalah alat yangdigunakan untuk menyampaikan pesan.
  1. Decoding
Adalah proses mencerna dan memahami pesan yang diterima.
  1. Receiver
Adalah pihak yang menerima pesan.
  1. Noise
Adalah gangguan yang menyebabkan proses penyampaian pesan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
2.1.2.    Fungsi Komunikasi
Komunikasi menurut Harold D. Lasswel adalah, (1) Manusia dapat mengontrol lingkungannya, (2) beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka berada, serta (3) melakukan transformasi warisan sosial kepada generasi berikutnya (Hafied;59).

2.1.3.    Pengertian Komunikasi Massa
Pengertian komunikasi massa menurut Denis MC Quail (2000), media massa adalah memiliki sifat tau karakteristik yang mampu menjangkau massa dalam jumlah besar dan luas (univessality of reach), bersifat publik dan mampu memberikan popularitas kepada siapa saja yang muncul di media massa (Morissan;1). Komunikasi massa adalah sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti radio, televisi,surat kabar, dan film (Hafied, 2011: 37).
2.1.4.    Definisi Media
            Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.
2.1.5. Definisi Media Televisi
           Media Televisi adalah program khusus yang banyak dinikmati oleh banyak orang di seluruh dunia dengan menampilkan program yang sangat menarik.
2.1.6. Fungsi Media Televisi
          Mendesain program-program mereka untuk menghibur, serta menyampaikan informasi seperti beerita, olahraga, nasional maupun internasional. Tentu saja, mereka memberikan hiburan untuk mendapatkan perhatian dari khalayak sebanyak munkin sehingga mereka dapat menjual hal ini kepada pengiklan.
2.1.7.   Bentuk Komunikasi
Menurut Deni Darmawan (2007) komunikasi itu sendiri dapat terjadi dalam beberapa bentuk, diantaranya dalam bentuk komunikasi personal (personal communiaction) dan komunikasi kelompok (group communication). Selain itu komunikasi juga dapat bersifat tatap muka (face–to–face) dan melalui perantara media lain (mediated).
           Menurut Tono Kartono (2008), dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam dua macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara komunikator dengan komunikan, di manan antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi, akan tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik dari proses komunikasi.
          
Sedangkan dalam konteks pendidikan, teori dan fakta diatas membuat komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini disebabkan karena dalam pendidikan terjadi proses transfer informasi berupa ilmu pengetahuan dan pengalaman antara guru dan peserta didik atau siswa. Proses komunikasi dalam pendidikan sebagian besar terjadi secara tatap muka (face–to–face communication) dan berkelompok (group communication), walaupun juga sangat memungkinkan terjadi dengan perantara media (mediated communication) ataupun secara personal (personal communiaction).
            Komunikasi sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu:
 1.   Komunikasi Intrapersonal
             Komunikasi Intra personal, secara harfiah dapat diartikan sebagai komunikasi dengan diri sendiri.
Hal ini menyangkut proses disaat diri (self) menerima stimulus dari lingkungan untuk kemudian melakukan proses internalisasi. Hal ini sering dijelaskan dengan proses ketika seseorang melakukan proses persepsi, yaitu proses ketika seseorang mengintrepretasikan dan memberikan makna pada stimulus atau objek yang diterima panca inderanya.
2.   Komunikasi Interpersonal
  
          Secara umum komunikasi interpersonal (komunikasi antar pribadi) dapat diartikan sebagai proses pertukaran makna orang-orang yang saling berkomunikasi. Komunikasi ini dilakukan oleh dua orang atau lebih dan terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan. Dapat berlangsung dengan berhadapan muka atau melalui media komunikasi, antara lain dengan menggunakan pesawat telepon atau radio komunikasi. Komunikasinya bersifat dua arah, yaitu komunikator dan komunikan yang saling bertukar fungsi.
  
         Dalam proses komunikasi antar pribadi kemampuan komunikator diperlukan untuk mengekspresikan diri pada peranan orang lain (empati). Untuk mencapai keberhasilan dalam komunikasi tatap muka perlu didukung dengan penggunaan komunikasi kebahasaan, bahasa kial dan bahasa sikap. Ketiga peran bahasa dilaksanakan secara gabungan sehingga muncul keserasian.
3.   Komunikasi
 Kelompok
          Adalah interaksi tatap muka antara tiga orang atau lebih degan tujuan yg telah diketahui, seperti berbagi informasi, pemecahan masalah yang mana anggota-anggotnya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota yang lain secara tepat. (Michael Burgoon,1978)
         Suatu bidang studi, penelitian dan penerapan yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok secara umum tetapi juga pada prilaku komunikasi individu pada tatap muka kelompok diskusi kecil.
(Goldberg, 1975)


4.   Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai  komunikasi antar manusia (human communication) yang terjadi dalam  konteks organisasi.
Dari pengertian tersbut, maka kita dapat memahami bahwasannya  komunikasi organisasi adalah proses komunikasi yang  berlangsung secara formal maupun non formal dalam sebuah system yang disebut organisasi.
5.   Komunikasi
 Massa
            Suatu proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada public secara luas. Disisi lain komunikasi massa juga diartikan sebagai proses komunikasi dimana, pesan dari media dicari, digunkan dan dikonsumsi oleh audiens. Dari batasan singkat tersebut, kita dapat melihat bahwasannya karakteristik utama komunikasi massa adalah adanya media massa sebagai alat dalam penyebaran pesannya.
2.2.      Proses Produksi
 2.2.1.  Definisi Proses
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, proses memiliki arti antara lain runtutan perubahan (peristiwa), perkembangan sesuatu, kemajuan sosial, berjalan terus, rangkaian tindakan atau pengolahan yang menghasilkan produk. (Departemen Pendidikan Nasional,2005:899).
Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain yang menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya menghasilkan suatu hasil. Suatu proses munkin dikenal oleh perubahan yang diciftakan terhadap sifat-sifat dari satu atau proses lebih objek di bawah pengaruhnya.
Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. Bandingkan dengan pengolahan.
Definisi lain dari proses adalah serangkaian kegiatan yang saling terkait atau berinteraksi, yang mengubah input menjadi output Kegiatan ini memerlukan alokasi sumber daya seperti orang dan materi. Input dan output yang dimaksudkan mungkin tangible (seperti peralatan, bahan atau komponen) atau tidak berwujud (seperti energi atau informasi). Output juga dapat tidak diinginkan, seperti limbah atau polusi.
2.2.2.   Definisi Produksi
Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentranspormasikan masukan (input) menjadi hasilan keluar (output). Dalam pengertian yang bersifat umum ini penggunanya cukup luas, sehingga mencakup keluaran (output) yang berupa barang atau jasa. Produksi dapat diartikan  suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.           Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.
Produksi adalah kegiatan untuk menciftakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang dan jasa. Produksi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan menghasilkan barang atau meningkatkan jasa (Bambang Prishardoyo:2005).
2.2.3.   Definisi Proses Produksi
Proses produksi terdiri dari dua kata yaitu, proses dan produksi yang memiliki makna yang berbeda. Proses adalah cara, metode, dan teknik bagaimana sumber-sumber (manusia, mesin, material dan uang) yang akan dirubah untuk memperoleh suatu hasil. Sedangkan produksi adalah kegiatan yang menciftakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa.
Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah cara, metode ataupun teknik menambah kegunaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada. Sedangkan menurut V.Gasperz (2004) proses produksi yaitu suatu kegiatan perbaikan terus-menerus (continuos improvment), yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses produksi, sampai distribusi konsumen.



2.3.      Pola Komunikasi
2.3.1.   Definisi Pola Komunikasi
Pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami (Djamarah, 2004:1). Pola komunikasi adalah suatu gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya (Soejanto, 2001:27). Pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman, dan penerimaan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Tubbs dan Moss mengatakan bahwa ”pola komunikasi atau hubungan itu dapat dicirikan oleh : komplementaris atau simetris. Dalam hubungan komplementer satu bentuk perilaku dominan dari satu partisipan mendatangkan perilaku tunduk dan lainnya. Dalam simetri, tingkatan sejauh mana orang berinteraksi atas dasar ke samaan. dominasi bertemu dengan dominasi atau kepatuhan dengan kepatuhan” (Tubbs, Moss, 2001:26).
Dari pengertian di atas maka suatu pola komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan dari pengertian di atas maka suatu pola komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan anatar dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan yang dikaitkan dua komponen, yaitu gambaran atau rencana yang meliputi langkah-langkah pada suatu aktifitas dengan komponen-komponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi antar manusia atau kelompok dan organisasi.
2.4       Editor
2.4.1.    Sejarah Editor
Sejarah Video Editing dimulai pada tanggal 28 desember 1895 dengan ditandai oleh untuk pertama kalinya orang menonton film petunjukan di sebuah ruang yang diproyeksikan ke sebuah layar. Lumiere bersaudara menyewa sebuah ruangan bilyar tua di bawah tanah di Boulevard des Capucines, Paris yang kemudian dikenal sebagai ruangan bioskop pertama di dunia, yang kemudian tempat itu dikenal dengan nama Grand Café. Mulai saat itu menonton film menjadi sebuah pengalaman yang baru untuk semua orang. 
Film The Jazz Singer yang disutradarai oleh Alan Crosland yang dibuat pada tahun 1927 merupakan film hitam putih pertama yang menyajikan secara lengkap musik, dialog dan nyanyian. Yang sebelumnya film berupa film diam tanpa dialog ataupun nyanyian. Hanya diiringi oleh live music performance.
Setelah lebih dari 100 tahun, teknologi produksi film telah berkambang dengan pesat. Dengan ditemukannya Video, yang dapat menggabungkan antara gambar dan suara dalam satu medium penyimpanan. Dengan adanya perkambangan ini, orang awam mudah dalam membuat video sendiri baik untuk tujuan komersial ataupun untuk koleksi pribadi.
Pada saat lumiere mulai membuat film, editing belum menjadi bagian dari proses pembuatan film. Karena pada saat itu film-film lumiere hanya terdiri dari satu buah shot (single shot) dengan panjang durasi yang sama dengan kejadian sesungguhnya (real time). Tidak ada manipulasi waktu.
Melies adalah orang pertama yang membuat film dengan melalui proses editing. Editing yang dilakukannya masih sangat sederhana. Film pertamanya yang menggambarkan perjalanan orang ke bulan (a trip to the moon) hanya menggunakan editing untuk kesinambungan bercerita (cutting to continuity). Melies melakukan editing untuk menyambung tiap2 adegan yang hanya terdiri dari satu shot untuk tiap adegannya (sequence shot).
Le Voyage Dans la Lune – A Trip to the Moon (1902) Dari sini bisa kita simpulkan bahwa editing terjadi apabila terjadi proses pemotongan dari banyak shot.
Seiring dengan perkembangan jaman, editing juga mengalami perubahan. Sebuah film tidak lagi terdiri dari satu shot untuk tiap adegannya. Kita juga kemudian mengenal adanya tipe shot. Sehingga editing memegang peranan yang cukup penting dalam pembuatan dalam sebuah film.
Dengan adanya editing, kita akhirnya mengenal adanya film time, waktu yang terjadi dalam film. Editing dapat melakukan manipulasi waktu dalam film. Sehingga waktu yang diciptakan bisa menjadi lebih singkat, atau malah sebaliknya menjadi lebih lambat. Sebagai contoh, sebuah kejadian 10 tahun bisa diceritakan hanya dalam waktu 10 menit. Begitu juga waktu yang hanya 10 menit, bisa diceritakan menjadi 1 jam.
Meskipun tahapan editing dikerjakan oleh editor dan dilakukan setelah proses pengambilan gambar, pemikiran editing (editorial thinking) sudah harus dilakukan oleh semua tim kreatif jauh sebelum pengambilan gambar dimulai. Sehingga ketika semuanya sudah masuk ke meja editing menjadi materi yang siap untuk diedit.
2.5.      Berita
2.5.1.   Pengertian Berita
Seperti yang dikutip dari buku The Journalist karangan Zaenuddin (2007: 10), berita adalah pernyataan yang bersifat umum dan aktual, disiarkan oleh surat kabar (media massa) dibuat oleh wartawan untuk kepentingan pembacanya (audience). Berita tidak sama (identik) dengan peristiwa (event). Peristiwa adalah suatu kejadian, sedangkan berita adalah cerita tentang peristiwa itu. Dalam kenyataannya sangat sukar menceritakan suatu peristiwa secara sempurna. Disinilah peranan seorang wartawan atau reporter menjadi sangat penting.
            Berbeda lagi dengan pendapat Sunarjo dalam buku Himpunan Istilah Komunikasi (1995: 45) berita identik dengan NEWS yang sering di artikan sebagai peristiwa yang datang dari empat penjuru angin, yaitu:
a)              N         = North, Utara
b)              E          = East, Timur
c)              W        = West, Barat
d)             S          = South, Selatan
Akan tetapi yang jelas dalam kata NEWS tercermin sesuatu yang baru. Dapat dikatakan bahwa syarat utama sebuah berita adalah sifatnya yang baru. Baru dalam arti bahwa peristiwa itu belum pernah terjadi sebelumnya, setidak-tidaknya jarang terjadi, atau mengandung informasi yang baru tentang suatu hal. Selain sifatnya yang baru, biasanya berita harus pula penting (important) dan menarik.
2.5.2.   Jenis – jenis Berita
Adapun jenis berita yang dikenal dalam dunia jurnalistik Abdul Chaer  (2010: 14). Jenis-jenis berita yang dikenal di dunia jurnalistik antara lain:
a.       Straight News                    : Berita langsung, apa adanya ditulis secara singkat dan lugas serta berpatokan pada unsur piramida terbalik di mana inti berita berada pada awal penulisan.
Berita Straight News terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1)      Hard News      : Berita yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan segera diketahui pembaca. Berisi informasi peristiwa khusus (special event) yang terjadi secara tiba – tiba.
2)      Soft News        : Nilai beritanya di bawah hard news dan lebih merupakan berita pendukung.
b.      Depth News                    :   Berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan.
c.       Investigation News          : Berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.
d.      Interpretative News         : Berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya.
e.       Opinion News                 :   Berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para cendikiawan, ahli, pejabat atau sarjana mengenai suatu hal, peristiwa dan sebagainya.
f.       Editorial writing              : Pikiran sebuah institusi yang diuji di depan sidang pendapat umum.
g.      Comprehensive News      : Merupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek.
h.      Feature Story                  : Sebuah berita yang memiliki gaya penulisan sastra jurnalistik di mana penulisan tidak berpatokkan pada istilah piramida terbalik. Yaitu inti pada berita Feature tiadaklah selalu berada di awal penulisan namun inti dari berita bisa terdapat di tengah bahkan di akhir penulisan berita.
           

 BAB III
METODE PENELITIAN

3.1.      Objek Penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan
Pada penulisan ini yang menjadi objeknya adalah mengenai proses editing program berita di Metro TV Biro Psalembang. Penulis akan mendiskripsikan tentang proses editing berita di Metro TV Biro Palembang, yang beralamat Jalan. Dr.M.Isa Komplek Taman Harapan             Indah Blok A 10 Palembang, proses yang di deskripsikan berdasarkan pengalaman praktek kerja lapangan penulis selama mengikuti penelitian disitu.

3.2.      Metode Penelitian
Penulisan yang ada di dalam laporan Praktek Kerja Lapangan ini menggunakan metode penulisan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dimana penelitian tersebut berdasarkan suatu gejala, fenomena, atau peritiwa tertentu. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menekankan pada analisis proses dari proses berpikir secara indukatif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dan menggunakan logika ilmiah.
Menurut Sugiyono dalam Gunawan (2013:81) menjelaskan jika masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara, tentatif, dan berkembang atau berganti setelah peneliti berada dilapangan.
Menurut Flik dalam Gunawan (2013:81) menjelaskan jika penelitian kulitatif adalah penelitian keterkaitan spesifik pada studi hubungan sosial yang berhubungan dengan fakta dari plurasi dunia kehidupan.

3.2.1.   Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penulisan laporan praktek kerja lapangan yaitu :
Observasi, yaitu mengamati langsung proses editing program berita di Metro Tv Biro Palembang.
1.      Observasi, yaitu mengamati langsung kegiatan proses editing berita di Metro Tv Biro Palembang.
2.      Dokumentasi, mengambil beberapa gambar di saat kegiatan berlangsung, yaitu berisikan proses editing berita di Metro Tv Biro Palembang.
3.      Wawancara Informal dengan Editor Metro Tv Biro Palembang.

3.3.      Waktu Praktek Kerja Lapangan
3.3.1.   Waktu Pelaksanaan
Waktu Praktek berlangsung pada tanggal 15 April sampai dengan 16 Mei 2015.
3.4.       Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dimulai pada tanggal 15 April 2015 sampai dengan 16 Mei 2015. Waktu pelaksanaan PKL sudah berdasarkan prosedur yang telah ditentukan, yaitu sesuai dengan jam kerja wartawan di Metro Tv Biro Palembang. Adapun kegiatan yang dilakukan di tempat PKL itu adalah mendapatkan pelatihan cara editing dalam berita Tv secara langsung oleh tim Editor berita di Metro Tv, dan mendapatkan pelatihan kameramen, bagaimana cara pengambilan gambar dan engle yang benar, dan dapat pelatihan bahwa pengambilan gambar berita itu tidak boleh terlalu banyak menggunakan zoom in dan zoom out karena banyak memakan waktu, dan satu lagi tidak boleh kebanyakan memakai pen kanan dan pen kiri itu juga banyak memakan waktu durasi yang banyak. disana peneliti banyak mempelajari berbagai hal dari segi cara liputan diluar mau pun live secara langsung.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1       Gambaran Umum Metro TV
4.1.1    Sejarah Metro TV Secara Umum
METRO TV adalah televisi berita 24 jam pertama di Indonesia yang mulai mengudara pada tanggal 25 November 2000, METRO TV merupakan salah satu anak perusahaan dari MEDIA GROUP yang di miliki oleh Surya Paloh. Surya Paloh merintis usahanya di bidang pers sejak mendirikan surat kabar harian PRIORITAS, yang di bredel oleh pemerintah pada tanggal 29 Juni 1987 karena dinilai terlalu berani.
Pada tahun 1989, dia mengambil alih Media Indonesia, yang kini tercatat sebagai surat kabar dengan oplah terbesar setelah Kompas di Indonesia. Oleh karena kemajuan teknologi, Surya Paloh memutuskan untuk membangun sebuah televisi berita mengikuti perkembangan teknologi dari media cetak ke media elektronik.METRO TV bertujuan untuk menyebarkan berita dan informasi ke seluruh pelosok Indonesia.Selain bermuatan berita, METRO TV juga menayangkan beragam program informasi mengenai kemajuan teknologi, kesehatan, pengetahuan umum, seni dan budaya guna mencerdaskan bangsa. METRO TV terdiri dari 70% berita (news), yang ditayangkan dalam 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin, ditambah dengan 30% program non berita (non news) yang edukatif.
METRO TV dapat di tangkap secara teresterial di 280 kota yang tersebar di tanah air Indonesia yang di pancarkan dari 52 transmisi, mungkin tantangan terbesar bagi perusahaan pada tahap awal adalah kebutuhan untuk membangun infrastruktur, fasilitas dan tim, semua dalam skala waktu pendek dari sembilan bulan. Meskipun ini adalah kerja keras pengalaman yang diperoleh sangat berharga dalam membangun tim yang solid profesional berpengalaman yang sudah diuji di bawah tantangan kondisi.
Perusahaan ini telah membawa gelombang baru dari gaya hidup dan kualitas program hiburan alternatif untuk melengkapi dominasinya di sektor berita industri. Ia telah merintis perspektif baru dan program satu-of-a-kind yang unik sekaligus meningkatkan cara informasi disajikan. produksi canggih dan bergaya dari METRO TV telah meniupkan kehidupan baru ke dalam industry pertelevisian, bahkan pemirsa paling cerdas memiliki pilihan melihat tidak ada duanya.
Keinginan untuk menjadi yang terbaik drive antusiasme perusahaan dan pendekatan multi-dimensi kebutuhan pemrograman. Ke depan untuk 2006, visi perusahaan adalah memiliki saat itu mencapai peringkat nomor satu untuk kualitas dan pengiriman berita serta tingkat loyalitas yang sangat tinggi dari kedua pemirsa dan pengiklan.
Perusahaan juga mengambil tanggung jawab perusahaan terhadap pemegang saham dan karyawan serius, meskipun konsisten dalam berkendara ke depan untuk mencapai tingkat yang signifikan pertumbuhan, keuntungan, untuk meningkatkan aset, kesejahteraan dan kualitas hidup karyawan METRO TV tetap penting.
Selain secara ereksterial, siaran METRO TV dapat tangkap melalui televisi kabel diseluruh Indonesia, melalui satelit Palapa 2 ke seluruh Negara – Negara ASEAN, termasuk di Hongkong, Cina selatan, India, Taiwan, Makau, Papua New Guinea, dan sebagian Australia serta Jepang. METRO TV juga memilii 19 buah mobil satelit untuk dapat menayangkan secara live kejadian – kejadian yang berlangsung setempat. Peralatan tersebut berupa 12 Buah mobil SNG (Satelit News Gathering) dan 7 Buah mobil ENG (Electronic News Gathering).
4.1.2    Sejarah Metro TV Biro Palembang
Metro Tv Biro Palembang berdiri sejak 12 Desember 2012. Ini merupakan perwakilan yang berpusat di Jakarta, dan salah satu dari 7 (tujuh) Kantor Biro Metro Tv yang akan di seluruh Indonesia. Metro Tv Biro Palembang sendiri membawahi 5 (lima) Provinsi di sembangsel yaitu Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Dengan jumlah Team Liputan Organik dan 14 Kontributor.
Satu-satunya TV di Sumsel yang dilengkapi dengan Satelit News Gathbering. Dengan adanya Satelit News Gathering itu membuat penayangan secara langsung berita yang diliputi di suatu daerah seperti Kejadian Peristiwa Pembakaran Polres OKU, Pembakaran Polsek Muara Rupit di Kab. Musi Rawas Utara, Pembakaran Lahan di Jambi, Pencarian Pesawat Air Asia Hilang di Belitung. Tidak hanya berita peristiwa Metro TV Biro Palembang juga menyiarkan juga menyiarkan secara langsung kegiatan atau event tahunan di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Dengan adanya kantor Biro Metro TV dibeberapa wilayah Indonesia dapat memberikan informasi cepat komprehensif dari berbagai wilayah di Indonesia.
4.1.2.1             Visi dan Misi PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
Visi
Untuk menjadi stasiun televisi Indonesia yang berbeda dengan stasiun televisi lainya dan menjadi nomor satu dalam program beritanya, menyajikan program hiburan dan gaya hidup yang berkualitas. Memberikan konsep unik
Misi
Untuk membangkitkan dan mempromosikan kemajuan bangsa dan negara melalui suasana yang demokratis, agar unggul dalam kompetisi global, dengan menjunjung tinggi moral dan etika. Untuk memberikan nilai tambah di industri pertelevisian dengan memberikan pandangan baru, mengembangkan penyajian informasi yang berbeda dan memberikan hiburan yang berkualitas. Dapat mencapai kemajuan yang signifikan dengan membangun dan menambah aset, untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para karyawanya dan menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi pemegang saham.






4.1.2.2             Tugas Bidang Struktur Organisasi Metro TV Biro Palembang
1. Kepala Biro Palembang
·         Memastikan ketersediaan siaran berita Metro TV Biro Palembang dalam kelancaran kegiatan oprasional news division.
·         Menjadi pengambil keputusan untuk pemilih topik berita, wawancara, program acara khusus yang akan ditayangkan.
·         Melakukan koordinasi dengan Reporter / Campers, kontributor, dan SNG Crew mengenai aktivitas Biro Palembang.
·         Memastikan proses peliputan berita oleh reporter / campers, kontributor sesuai dengan tuntutan kantor pusat.
2. Admin
·         Menyiapkan proposal (untuk kegiatan – kegiatan liputan live harian) dan proposal keuangan untuk kegiatan live skala besar untuk laporan ke kantor pusat.
·         Melakukan negosiasi atau penjelasan dengan pihak-pihak terkait (intern).
·         Mencatat dan melaporkan kegiatan Biro Palembang dalam bentuk laporan tertulis kepada kantor pusat.
3. Repoter / Campers
·         Melakukan peliputan sebuah berita baik secara live maupun taping.
·         Melakukan peliputan sesuai perintah dari pusat melalui kepala biro atau isidentil.
·         Bagi Reporter dalam tugasnya apabila hendak live maka ia harus mengambil bahan yang telah di email oleh kontributor.
4. Kontributor
·         Mencari berita yang sedang hangat di daerah peliputan masing-masing.
·         Melakukan peliputan sesuai perintah dari pusat melalui kepala biro.
·         Membuat naskah atau teks berita berdasarkan hasil peliputan.
·         Mengirimkan hasil liputan baik berupa streaming maupun feeding.
·         Mengirimkan naskah atau teks berita.
5. SNG Crew
·         Mempersiapkan untuk liputan live dari tempat kejadian
·         Mempersiapkan hubungan live dengan kantor pusat
·         Mengatur hubungan antara tim liputan yang akan atau sedang live dengan kantor pusat di Jakarta.
·         Mengolah / editing hasil liputan repoter/campers dan hasil kontributor
·         Menjaga dan merawat kondisi SNG agar siap selalu dalam setiap tugasnya.
6. Security
·         Bertugas menjaga kantor dan betugas menjaga keamanan setiap siaran langsung.
·         Melakukan pemeriksaan pada tamu / pemilik yang akan masuk ke area kerja.
7. Driver
·         Bertugas untuk mengantar reporter/camper melakukan peliputan
·         Merawat mobil yang dipakai jangan sampai kotor dan rusak
·         Menjaga keamanan diwaktu bawa mobil
·         Selalu siap kalau dipakai sewaktu-waktu


8. OB
·         Membersihkan dan merapikan meja, kursi, komputer dan perlengkapan lainnya.
·         Menyediakan minuman untuk karyawan maupun tamu.
·         Mengirim/mengambil dokumen antar devisi/bagian.
·         Melayani permintaan/ fotokopi/faksimili.

4.1.2.3              Profile PT Media Televisi Indonesia METRO TV
Profil perusahaan merupakan identitas perusahaan dimana didalamnya terdapat kejelasan sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
Alamat : Jl. Pilar Mas Raya Kav A – D, Kedoya, Kebon Jeruk Jakarta 11520
Telepon : (021) 58300077 (Hunting)
Fax : (021) 58300066 (General)
(021) 58302139 (Redaksi) 5
(021) 5816216 (PR &Publicity)
Email : webmetro@metrotvnews.com
Website : www.metrotvnews.com
Slogan : METRO TV Knowledge To Elevate


4.1.2.4             Logo PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
Setiap perusahaan memiliki logo sebagai simbol dari identitas diri perusahaan agar dapat dikenal oleh masyarakat.Demikian pula dengan PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV) memiliki logo dengan ciri khas tertentu.
Ciri khas METRO TV adalah simbol bidang elips emas kepala burung elang, dipertegas dengan Huruf M,E,T,R,,T,V berwarna biru.
 



Gambar 4.2. Logo PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
(Sumber: Comprof PT. Media Televisi Indonesia METRO TV, 2010) 6
Logo METRO TV dirancang tampil dalam citraan tipografis sekaligus kecitraan gambar. Oleh karena itu komposisi visualnya gabungan antara tekstual (diwakili huruf – huruf : M-E-T-R-T-V) dengan visual (Diwakili simbol bidang elips emas kepala burung elang). Elips emas dengan kepala burung elang pada posisi huruf “O” dengan pertimbangan kesamaan stuktur huruf “O” dengan elips emas, dan menjadi pemisah bentuk – bentuk teks M-E-T-R dengan T-V. Hal itu mengingat,dirancang agar pelihat akan menangkap dan membaca sekaligus melafalkan METR-TV sebagai METRO TV.
Logo MERTO TV dalam kehadirannya secara visual tidak saja dimaksudkan sebagai simbol informasi atau komunikasi METRO TV secara institusi, tetapi berfungsi sebagai sarana pembangunan image yang tepat dan cepat dari masyarakat terhadap institusi METRO TV.
Melalui tampilan logo.Masyarakat luas mendapatkan gerbang masuk, mengenal, memahami, serta meyakini visi, misi serta karakter METRO TV sebagai institusi. Logo METRO TV dalam rancang rupa bentuknya berlandaskan pada hal – hal berikut :
- Simpel (Tidak Rumit)
- Memberi kesan global dan modern
- Menarik dilihat dan mudah diingat
- Dinamis dan Lugas
- Berwibawa namun Familiar
- Memenuhi syarat – syarat teknis dan estesis untuk aplikasi print, elektronik dan filmis.
- Memenuhi syarat teknis dan estesis untuk metamorfossis dan animatif.



4.1.2.5             Arti Logo Bidang Elips Emas
Sebagai latar dasar teraan kepala burung elang, merupakan proses metamorphosis atas beberapa bentuk, yaitu :
a.       Bola Dunia
Sebagai simbol cakupan yang global dari sifat informasi, komunikasi dan
seluruh kiprah operasional institusi METRO TV.
b.      Telur Emas
Sebagai simbol Boldyang tampil penuh kewajaran. Telur juga merupakan simbol kesempurnaan dan merupakan image suatu bentuk (institusi) yang secara struktur kokoh, akurat, dan artistik sedangkan tampilan emas adalah sebagai simbol puncak prestasi dan puncak kualitas.
c.       Elips
Sebagai simbol citraan lingkar (ring) benda planet, tampil miring kekanan sebagai kesan bergerak, dinamis.Lingkar (ring) planet sendiri sendiri sebagai simbol dunia cakrawala angkasa, satelit sesuatu yang erat berkait dengan citraan dunia elektronik dan penyiaran.
d.      Elang
Simbol kewibawaan, kemandirian, keluasaan penjelajahan dan wawasan.Simbol kejelian, awas, tajam, tangkas namun penuh keanggunan gerak hidupnya anggun.


4.1.2.6              Strategi PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
Secara keseluruhan untuk selalu tampil ke depan sebagai televisi terbaik yang mampu mengatasi gejolak pasar, perhatian METRO TV sangat dicurahkan kepada:
1. Peningkatan dan pendayagunaan sarana operasi dan teknologi sehingga dapat     memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan bagi pemilik pesawat televisi.
2. Penyajian program yang menarik dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan pemirsa baik berupa hiburan, pengetahuan, informasi aktual dan akurat, serta pengembangan kreativitas untuk melahirkan program-program acara baru yang menarik, memuaskan pemirsa dan dapat dipertanggung jawabkan.
3. Pemasaran iklan yang menunjang biaya operasional dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas.
4. Peningkatan peran, kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia, melalui program pelatihan dan pemeliharaan motivasi kerja karyawan melalui berbagai perlindungan dan kesejahteraan.
5. Pengembangan usaha yang tetap berorientasi kepada kepentingan masyarakat baik berupa penyajian program hiburan, informasi dan pengetahuan serta program-program sosial.


4.1.2.7             Target Pemirsa PT Media Televisi Indonesia (METRO TV)
METRO TV merupakan jaringan TV swasta nasional pertama di Indonesia yang menyajikan tayangan berita sebagai tayangan utama dalam penyiaranya, dengan rata-rata sekitar 70% tayangannya bersifat berita (News) dan memiliki persentase 30% tayangan non berita (non news). Sasaran pemirsa METRO TV adalah semua lapisan masyarakat yang membutuhkan informasi berita yang hangat yang sedang menjadi pemberitaan di masyarakat.
Program METRO TV dirancang untuk mengakomodasi keluarga yang berpenghasilan menengah ke atas (target pemirsa AB 20+).Susunan program METRO TV hampir semua menyuguhkan tayangan berita yang dalam produksinya hampir semuanya di lakukan atau di produksi sendiri. METRO TV memusatkan upayanya pada peningkatan kualitas produksi lokal, sementara di saat yang sama secara selektif memperoleh hak untuk menyiarkan content asing, yang diyakini METRO TV sesuai dengan selera lokal.
4.1.2.8             Metro Hard News
Metro hard news merupakan salah satu sub program berita yang ada di METRO TV. Berikut adalah deskripsi dari program Metro hard news:
1. Format dan Isi
Live di studio, berisikan berita-berita hard news terkait dengan politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Pada Metro Hard News Ini terdapat juga berita dari mancanegara dan info mancanegara (sumber di ambil dari ATPN dan Reuters).
2. Durasi & Jam Tayang
Durasi dan Jam Tayang Acara News di PT. Media Televisi Indonesia
(METRO TV).
4.2       Analisis kegiatan PKL
Dalam kesempatan ini penulis melakukan praktek kerja lapangan di METRO TV Palembang tepatnya dibagian SNG / Editor. Penulis memilih untuk PKL di bagian SNG/ Editor dikarenakan sesuai dengan konsentrasi jurnalistik. Pelayanan yang diberikan staff editor khususnya merupakan pekerjaan wajib yang harus dilakukan oleh staff editor.
            Selama penulis melakukan kegiatan PKL banyak yang didapatkan mulai dari pengenalan lingkungan yang terdiri dari berbagai macam orang yang harus dikenal penulis, dapat mengetahui banyak kegiatan di METRO TV. Dan teknik pengambilan gambar, teknik penulisan naskah berita dan teknik editing video berita di Metro TV Biro Palembang. Penulis menjalani PKL selama 1 bulan itu telah memberikan jawaban terhadap teori-teori yang penulis dapatkan selama kuliah. Secara keseluruhan, berita-berita yang di edit di METRO TV sejalan dengan teori-teori yang dipelajari selama kuliah dan konsentrasi penulis.
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dimulai pada tanggal 15 April 2009 sampai dengan 16 Mei 2015. Waktu pelaksanaan PKL sudah berdasarkan prosedur yang telah ditentukan, yaitu sesuai dengan jam kerja Metro TV Biro Palembang.          Hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis, yaitu pihak pewawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan kepada editor yang bernama bapak budi. Pembicara menjelaskan bahwa proses editing itu sangat memerlukan konsentrasi dan harus mempunyai ketelitian dalam memotong /cut setiap gambar yang harus dibuang. Dalam proses editing program berita di Metro TV Biro Palembang, video dan berita sudah dianggap sebagai suatu kesatuan dari media yang memberikan informasi atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang cepat.
Dalam eiting video memerlukan kerjasama tim, pengambilan gambar atau video berita yang sesuai standar berita.Kameramen harus kerjasama dengan reporter ketika pengambilan gambar dan apa yang ingin di tanyakan kepada narasumber. Jadi gambar dan video bisa langsung bercerita dengan kejadian tersebut sebelum di buat naskah berita yang dibacakan oleh reporter.
Gambar atau video berita menurut standar berita, tidak diperboleh untuk mengambil gambar dengan zoom in atau zoom out, dan tidak diperboleh untuk menggunkan pan kanan atau pan kiri, akan banyak memakan waktu, apabila seorang kameramen terlalu banyak menggunakan zoom in, zoom out dan pan kanan, pan kiri. Karena gambar atau video berita itu harus dengan detail kasus yang terjadi bukan sekedar isu belaka. Setiap pengambilan gambar harus menggunakan perpotongan atau peberhentian, setiap gambar yang akan diambil, satu gambar harus tujuh detik untuk pengambilan gambar dan durasi semua video atau gambar standar 13 menit atau 20 menit satu berita.
Standar gambar atau video berita, berdasarkan yang terjadi dalam proses editing suatu berita atau video, apabila ada suatu kasus atau seorang tersangka atau belum jelas menjadi tersangka dibawah umur, muka orang tersebut harus di blur, karena akan membuat orang tersebut menjadi takut atau belum tentu kebenarannya atau kejadian tersebut.
Jadi intinya, semua gambar dan berita yang dimuat dalam media elektronik itu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bila dilihat dari sebuah foto yang kita katakan sebagai benda seni, ia harus bukan sekedar hasil upaya proses reproduksi belaka. Video atau foto sebagai suatu seni terapan semestinya berasal dari suatu kontemplasi yang intens, agar apa yang dihasilkan memiliki sebuah unsur kualitas yang berimbang dengan berita yang dimuat.
Tabel 4.1 Kegiatan yang dilakukan penulis selama PKL
No.
Tanggal
Kegiatan
1.
Rabu, 15 April 2015
1.      Perkenalan Penulis dengan karyawan-karyawan di Metro Tv.
2.      Penulis diperkenalkan tentang sofwer-sofwer yang dipakai editing.
3.      Penulis mendapatkan Pelatihan editing berita oleh editor berita Metro Tv.
2.
Kamis, 16 April 2015
1.      Penulis melakukan Liputan ke KPU Sumsel.
2.      Penulis belajar proses editing video berita.
3.
Jum’at, 17 April 2015
1.      Penulis melakukan Liputan ke Lorena, masalah kenaikan tiket damri menjelang lebaran.
2.      Penulis Melakukan editing video berita
4.
Selasa, 21 April 2015
1.      Penulis melakukan peliputan ke SAMSAT Palembang, perayaan hari kartini.
2.      Penulis mendapatkan Pelatihan tentang kamera
3.       Penulis mendapat pelatihan pengambilan gambar dan engle.
5.
Rabu, 22 April 2015
1.      Penulis Melakukan Editing Video Berita
2.      dan Live
3.      Penulis mendapatkan pemahaman yang ada di dalam mobil SNG (Satelit News Gathring).
6.
Kamis, 23 April 2015
1.      Penulis melakukan liputan ke KPU, pemilu serentak
2.      dan melakukan editing video berita.
3.      Penulis dapat pelatihan penulisan naskah berita Tv.
7.
Jum’at, 24 April 2015
1.      Live
8.
Selasa, 28 April 2015
1.      Penulis melakukan liputan ke Plaju masalah pidana Narkoba dan
2.       Editing video berita
9.
Jum’at, 01 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan May Day di simpang lima PS
2.      dan Live
10.
Sabtu, 02 Mei  2015
1.      Live di BKB 
11.
Selasa, 05 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan ke SFC dan
2.      Penulis melakukan editing video berita.
12.
Rabu, 06 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan kekertapati (masalah kenaikan tiket),
2.      liputan keplaju wawancara humas kereta api dan
3.      Penulis melakukan proses editing video berita
13.
Kamis, 07 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan ke KPU kedatangan  (Mentri Luar Negeri) dan
2.      Penulis mengikuti peliputan ke Polrestza Palembang.
3.      Penulis melakukan proses editing video berita.
14.
Jum’at, 08 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan ke Tempat SFC (masalah pembubaran PSSI)
2.      Penulis Melakukan liputan ke KI (Kambang Iwak) masalah pasilitas yang rusak.
3.      Penulis melakukan dan edit video berita
15.
Sabtu, 09 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan ke festival lampion dan edit video berita
2.      Live jendus
16.
Selasa, 12 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan ke Lapas perempuan.
2.      Live jendus
17.
Rabu, 13 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan PDIP di Aston dan
2.      edit video berita
3.      Live jendus
18.
Kamis, 14 Mei 2015
1.      Penulis melakukan Liputan Kebandara (melunjaknya penumpang pada saat liburan) dan
2.      edit video berita
19.
Jum’at, 15 Mei 2015
1.      Edit video berita
2.      Live di Kantor gubernur dan
20.
Sabtu, 16 Mei 2015
1.      edit video berita
2.      Live di KI (Kambang Iwak) dan

Penulis memulai PKL (Praktek Kerja Lapangan) pada tanggal 15 April 2015, penulis mendptkan perkenalan dengan karyawan – karyawan Metro TV, dan mendapatkan perkenalan tentang sofwer-sofwer yang digunakan dalam proses editing. Penulis mendapatkan pelatihan editing, cara-cara edit, membuang gambar-gambar yang tidak baik. Kamis, 16 April 2015, penulis melakukan peliputan ke KPU Sumsel, jumpa pers membicarakan tentang dana unutk pemilukada tahun ini dan penulis belajar proses editing.
Pada tanggal 17 April 2015, penulis melakukan peliputan ke Lorena, masalah kenaikan tiket damri menjelang lebaran. Dan penulis melakukan proses editing video berita tentang Lorena dibawah naungan editor Metro TV. Selasa 21 April 2015, penulis mendapatkan pelatihan tentang kamera dan penulis mendapatkan pelatihan pengambilan gambar dan engle, pencahayaan yang benar ketika sesorang kameramen mengambil gambar. Penulis juga melakukan peliputan ke Samsat Sumsel dalam rangka perayaan hari Kartini.
Rabu, 23 April 2015 penulis melakukan proses editing video berita dibawah naungan seorang editor Metro TV, dan mengikuti proses live/ siaran langsung. Penulis juga mendapatkan pemahaman/ penjelasan yang ada didalam mobil SNG (Satelite News Gathering).
Kamis, 23 April 2015 penulis melakukan peliputan ke KPU Sumsel tentang pemilukada serentak di Sumatera Selatan, dan melakukan proses editing dibawah naungan editor Metro TV. Dan penulis mendapatkan pelatihan tentang penulisan naskah berita TV. Dan pada tanggal 24 April, penulis mengikuti live/ siaran langsung.
Selasa, 28 April 2015 penulis melakukan peliputan ke Plaju tentang kasus Narkoba pidana mati. Dan penulis melakukan editing video berita TV. Jum’at 01 Mei 2015, Penulis melakukan peliputan hari MAY DAY di Simpang lima PS dan siaran langsung. Sabtu 02 Mei 2015 Penulis mengikuti Live. Selasa 05 Mei, Penulis melakukan peliputan ke SFC dan penulis melakukan proses editing berita.
Rabu, 06 Mei, Penulis melakukan peliputan stasiun kereta ke kertapati (masalah kenaikan tiket) menjelang lebaran. Penulhis juga melakukan peliputan wawancara humas kereta api dan penulis melakukan editing. Kamis 07 Mei, Penulis melakukan peliputan ke KPU (Kedatangan Menteri Luar Negeri) dan penulis melakukan peliputan ke Polresta Palembang dan penulis melakukan proses editing berita.
Jum’at 08 Mei, Penulis melakukan liputan ke tempat SFC (masalah pembubaran PSSI) dan ikut live jendus. dan penulis melakukan peliputan di kambang iwak (KI) masalah pasilitas yang rusak. penulis melakukan proses editing seperti editing fasilitas yang rusak, yang pertama – tama adalah file lembar kerja dan menggunakan lembaran pemilihan DV – PAL standar Televisi Nasional, harus menggunakan lembar kerja project, lembar kerja editing yang akan di edit, dan memasukan file, pilih file – import (CTRL I), akan muncul kelembaran kerja, dan cara pemotongan editing yaitu dengan cara CTRL K dan apabila proses suatu editing selesai langsung di save project dengan cara save project exportmovie.
Sabtu, 09 Mei penulis melakukan peliputan ke Festival Lampion. Selasa 12 Mei 2015 penulis melakukan peliputan ke Lapas Perempuan dan penulis melakukan editing bertita dan live Jendus.
Rabu 13 Mei, Penulis melakukan peliputan kepengadilan Negeri Palembang, dan peliputan PDIP di Aston dan penulis melakukan proses editing. Kamis 14 Mei, Penulis Penulis melakukan Liputan Kebandara (melunjaknya penumpang pada saat liburan) dan penulis melakukan proses editing dan live Jendus. Jum’at 15 Mei  penulis melakukan Edit video berita Live di Kantor gubernur dan pada tanggal 15 Mei edit video berita Live di KI (Kambang Iwak).
4.3    Pembahasan
4.3.1  Peliputan berita
            Peliputan berita adalah proses pengumpulan data dan informasi di lapangan yang dilakukan wartawan atau jurnalis. Proses ini bisa berupa pemantauan langsung dan pencatatan suatu peristiwa yang terjadi atau juga wawancara dengan sejumlah narasumber. Dalam peliputan umumnya jurnalis melakukan perekaman baik suara maupun gambar dengan alat bantu seperti perekam suara (tape recorder) atau kamera untuk memotret. Untuk berita penyiaran televisi, peliputan umumnya dilakukan dengan kamera video yang merekam jalannya peristiwa. Dalam pelaksanaan peliputan berita, wartawan surat kabar hendaknya memiliki kesiapan mental serta sarana dan prasarana yang mendukung proses peliputan.
4.3.2   Peyunting Berita
            Seorang editor yang kreatif dalam pekerjaan editing akan membawa imajinasi baru, sehingga penyajian beritanya mendapat tanggapan pembaca secara menyenangkan. Mengedit berita tidaklah semata- mata memotong berita dan memasukannya kedalam kolom yang tersedia. Namun juga memperhatikan cara menyunting atau mengedit video berita. inilah 2 (dua) hal utama dalam merumuskan penyutingan suatu berita ;
1) Mencegah terjadinya kesalahan- kesalahan
a) Salah ejaan dan Struktur kalimat,
b)  Kesalahan fakta- fakta,
c)  Kesalahan pada struktur berita
2)  Menjaga hal- hal yang tidak dikehendaki
a)  Masuknya unsur- unsur pendapat,
b)  Adanya pengulangan kata atau kalimat yang mubazir,
c)  Mengoreksi agar jangan ada fakta yang tertinggal,
d) Menjaga adanya kata atau kalimat yang dapat menimbulkan pencemaran nama                     baik atau salah tulis gelar dan nama narasumber,
e) Mengoreksi dan mengantisipasi berita yang sudah basi atau sudah dimuat        sebelumnya,
f)  Menjaga masuknya berita bohong/ koreksi keakuratan berita.
4.3.3  Proses Editing
Dalam proses editng video berita, editor menggunakan beberapa peralatan seperti, Komputer, dan Audio Spiker dan program yang digunakan oleh editor adalah Adove Primer Pro Cs3 dan Adove Primer Pro Cs6 di Metro Tv Biro Plembang.

4.3.3.1   Memulai project
            Sebelum menjalankan adove primier, yang harus disiapkan yang pertama adalah buka lembar kerja editing. Dan buka lembar kerja pemilihan DP- PAL Standar Televisi Nasional. Selanjutnya buka lembar kerja di isi dengan nama judul project, dan masukan File, pilih – Import (CTRL + I), pilih file yang ingin di import kelembaran kerja. Selanjutnya tampilan memotong video berita caranya dengan (CTRL+K), dan penambahan efek yang sesui dengan jalan cerita berita. Dan cara penyimpanan video berita, dengan cara klik save dan klik export di menu file akan memilih file yang kita inginkan seperti export ke movie.
Dalam laporan ini, data dikumpulkan menggunakan alat pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawacancara. Setelah diperoleh data hasil dari observasi dan wawancara, maka penulis melakukan analisis data tersebut. 
            Berdasarkan analisis data yang penulis laksankan pada tanggal 15 April 2015 sampai dengan 16 Mei 2015 bahwa dalam melakukan proses editing sangat memerlukan konsentrasi dan harus mempunyai ketelitian dalam memotong/cut setiap gambar yang harus dibuang.  Dalam proses editing program berita , video dan berita sudah dianggap sebagai satu kesatuan dari media yang memberikan informasi atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang tepat. Serta editing video memerlukan kerjasama tim, pengambilan gambar atau video berita yang sesuai standar berita. Dimana, kameramen harus bekerjasama dengan reporter ketika pengambilan gambar dan apa saja yang ingin ditanyakan kepada narasumber. Jadi gambar dan video bisa langsung bercerita dengan kejadian tersebut sebelum dibuat naskah  berita yang dibacakan oleh reporter.
Gambar atau video berita menurut standar berita, tidak diperboleh untuk mengambil gambar dengan zoom in atau zoom out, dan tidak diperboleh untuk menggunkan pan kanan atau pan kiri, akan banyak memakan waktu, apabila seorang kameramen terlalu banyak menggunakan zoom in, zoom out dan pan kanan, pan kiri. Karena gambar atau video berita itu harus dengan detail kasus yang terjadi bukan sekedar isu belaka. Setiap pengambilan gambar harus menggunakan perpotongan atau peberhentian, setiap gambar yang akan diambil, satu gambar harus tujuh detik untuk pengambilan gambar dan durasi semua video atau gambar standar 1 menit atau 2 menit satu berita.
Standar gambar atau video berita, yang terjadi dalam proses editing suatu berita atau video, apabila ada suatu kasus atau seorang tersangka atau belum jelas menjadi tersangka dibawah umur, muka orang tersebut harus di blur, karena akan membuat orang tersebut menjadi takut atau belum tentu kebenarannya atau kejadian tersebut.
Jadi dari hasil laporan di atas dapat diketahui ada empat macam dalam proses editing yang sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas yang harus dilakukan ketika melakukan proses editing.

            Dari hasil editing tersebut dilakukan dengan standar SOP yang dilakukan editor. Gambar atau video berita yang di edit dan yang didapatkan hari itu akan ditampilkan secara langsung dan di edit dengan memakan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam, kalau berita tentang hiburan atau hari pekan akan ditayaang keesokan harinya dan memakan waktu yang lama dalam pengeditannya.