PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Setiap hari masyarakat mendapatkan informasi
tentang kejadian-kejadian dan segala bentuk peristiwa yang terjadi di belahan
dunia melalui televisi. Kehadiran stasiun televisi yang terus bertambah membuka
jalan bagi jurnalis
media massa televisi untuk terus
berkembang. Kebutuhan masyarakat yang besar terhadap berita seolah menuntut
stasiun televisi yang ada untuk mampu menghadirkan berita yang cepat, dapat
diandalkan, akurat dan baru. Televisi menjadi media atau penyampai pesan yang
sudah sangat dekat dengan masyarakat dan media televisi dianggap sangat mudah
untuk digunakan sebagai media penghantar pesan yang cepat oleh kalangan
masyarakat dengan ekonomi yang rendah. Munculnya media televisi dalam kehidupan
manusia memang menghadirkan satu peradaban, khususnya dalam proses komunikasi
dan informasi yang bersifat massa.
Banyaknya
media massa baru memberikan banyak pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan
informasi dan hiburan. Penyampaian informasi diperlukan media yang mampu
mencakup masyarakat secara luas. Effendy (2001: 6) mengatakan bahwa: Untuk
menyampaikan sebuah pesan antara komunikator kepada komunikannya terdapat
sebuah alat atau yang biasa disebut media, agar mendapat sebuah efek atau
dampak.
Persaingan
industri penyiaran saat ini telah mencapai tingkat persaingan yang sangat tajam
sehingga dibutuhkan strategi yang baik untuk memenangkan persaingan pada era
bebas belakangan ini (Morissan, 2005:1). Perkembangan media massa di Indonesia
saat ini tengah mengalami kemajuan, khususnya media televisi.
Penulis
berpendapat bahwa media televisi memiliki beragam fungsi serta kegunaan dalam
masyarakat. Televisi dapat memberikan pemahaman yang mendalam terhadap suatu
pesan dimana khalayak tidak hanya mengetahui pesan tersebut, namun dapat
melihat secara langsung dari tayangan gambar televisi. Sehingga khalayak dapat
mengetahui sekaligus memahami pesan dengan jelas dan mendalam.
Sebuah
berita, bagaimana hebatnya peristiwa atau kisah yang diangkat, tidak akan
menarik apabila peristiwa itu tidak disampaikan dengan bahasa yang baik,
kalimat yang jelas, informasi yang akurat ditambah dengan gambar yang kuat.
Menulis berita televisi tentu berbeda dengan media cetak atau radio karena
umumnya ada gambar dan footages yang melengkapi berita itu. Itulah
sebabnya berita maupun feature TV yang menggabungkan narasi dan gambar
yang harus m
Penulis melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan)
di Metro Tv Biro Palembang, Karena Metro Tv merupakan Tv Nasional yang sudah
terkenal dan sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas, dan Metro Tv mempunyai
program unggulan yaitu program acara berita. Karena di Metro Tv ini kebanyakan
merupakan stasiun berita, yang sudah dikenal oleh banyak orang.
Metro
Tv Palembang dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan live secara langsung , peralatan untuk live secara langsung. Metro
Tv biro Palembang merupakan cabang dari Metro Tv Jakarta, Metro tv jakarta
merupakan Metro tv Pusat, dan mempunyai cabang di Medan, Makasar, Bandung,
Surabaya. Dan dari setiap kota mempunyai kelengkapan yang sama, seperti mobil ENG
(Elektronik News Gatering) untuk
reporter dan kameramen mencari berita, dan mobil SNG( Satelit News Gatering) untuk siaran langsung.
Sehubungan
dengan konsentrasi jurnalistik yang ditempuh oleh Penulis maka penulis memilih
mendalami proses editing pada program berita, karena penulis melihat kualitas
di setiap berita memiliki kualitas yang bagus, dan menerapkan prinsip-prinsip
editing yang baik. Seorang editor dalam mengedit video berita harus mempunyai
ketelitian dan konsentrasi, dalam menyingkronkan gambar dengan pengisi suara.
Karena gambar merupakan alur sebuah berita dan menekankan bahasa gambar yang
jelas hidup dan menarik. Penulis melakukan PKL(Praktek Kerja Lapangan) dengan
mengikuti proses peliputan dan mengikuti proses editing video sebuah berita.
Berita
televisi memiliki unsur naskah yang tediri dari naskah berita, judul berita,
dan naskah yang disampaikan oleh anchor, audio yang tediri dari voice
over / dubbing naskah berita, gambar berita yang tediri dari video rekaman
hasil liputan, gambar penunjang berita atau video tambahan. Naskah berita,
video rekaman / gambar, judul berita harus senada dan mudah dipahami, hal ini
sangat bergantung pada editor dapat mengolahnya dengan baik.
Keberhasilan
dari pembuatan sebuah program acara berita membutuhkan kerjasama tim yang baik
agar program berjalan sebagaimana mestinya, baik pada tahap pra-produksi hingga
pasca-produksi. Crew yang bertugas harus memiliki spesialisasi dan tidak
melakukan peran ganda. Pada penelitian ini peneliti mengangkat tentang proses
editing program berita di Metro Tv Biro Palembang.
1.2. Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan praktek kerja lapangan ini adalah :
1. Untuk
memahami proses editing program berita di Metro Tv Palembang.
2. Untuk
mengetahui tahapan – tahapan proses editing program berita di Metro Tv
Palembang.
3. Untuk
mengetahui prinsip – prinsip proses editing program berita di Metro Tv
Palembang.
4. Menambah pengetahuan tentang
pelajaran editing / mengaplikasikan Teori ke kehidupan yang nyata.
1.3. Manfaat Penulisan
1.
Bagi penulis :
- Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang
sejauh mana proses editing program berita di Metro Tv Biro Palembang.
- Untuk
mengetahui proses editing berita di Metro Tv Biro Palembang.
2.
Bagi Universitas :
- Untuk memenuhi syarat kelulusan tugas akhir pada Fakultas
Ilmu Komunikasi Jurusan Jurnalistik Universitas Bina Darma Palembang.
b. Sebagai bahan pertimbangan untuk
memperbaiki kurikulum selanjutnya.
2.
Bagi Stasiun Tv Metro Tv Biro Palembang:
Dapat memberi sebuah
penghargaan dalam bentuk penelitian dan menambah eksistensi media tempat
penelitian penulis.
1.4.
Tempat
dan Waktu Praktek Kerja Lapangan
Tempat
PKL : Metro TV Palembang
Waktu :
15 April – 16 Mei 2015
Lokasi
:
Jalan. Dr.M.Isa Komplek Taman Harapan Indah Blok
A 10 Palembang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Definisi Komunikasi
Komunikasi
(communication) berasal dari kata: common, yang berarti “sama”, dengan
maksud sama makna, sehingga secara sederhana dapat dikatakan bahwa komunikasi
merupakan proses menyamakan persepsi, pikiran, ide dan rasa antara komunikator
dengan komunikan (Bambang, 2006: 10).
Pengertian Komunikasi menurut Everett M. Rogers,
Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu
penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka
(Hafied;20). Pengertian Komunikasi menurut D. Lawrence Kincaid, Komunikasi
adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan
pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba
pada saling pengertian yang mendalam (Hafied, 2011: 20).
Terdapat
banyak sekali pengertian komunikasi, seperti yang dikatakan oleh Lasswell
(Mondry, 2008: 1) sebagai seorang ilmuan komunikasi, menggambarkan komunikasi
secara baik yaitu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan: who, say what in which channel to when with what effect?, sedangkan
Barry (Mondry, 2008: 1) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian
informasi, pengetahuan dan pengalaman supaya timbul saling pengertian,
keyakinan/kepercayaan serta kontrol yang diperlukan, lain lagi dengan apa yang
diungkapkan oleh Scrhamm (Mondry, 2008: 1), komunikasi adalah usaha mengadakan
“persamaan” dengan orang.
Dari
pengertian-pengertian yang diungkapkan oleh para ahli komunikasi, maka penulis
berpendapat bahwa komunikasi adalah suatu ilmu yang mempelajari mekanisme
hubungan antara manusia, baik lisan ataupun tulisan yang bertujuan mengetahui
sikap (afeksi), menambah pengetahuan dan wawasan (kognisi) serta adanya
perubahan perilaku (psikomotorik) satu sama lain.
2.1.1 Komponen dalam Komunikasi
Dari beberapa definisi komunikasi tersebut, dapat ditarik
kesimpulan bahwa komunikasi merupakan suatu kegiatan tukar-menukar data, fakta
dan ide yang dapat terjalin dengan baik apabila terjadi saling pengertian dan
persamaan persepsi antara komunikan dan komunikatornya. Ada
beberapa elemen dalam komunikasi
(Mulyana, 2003), yaitu:
- Source
Adalah pihak yang memproduksi dan
menyampaikan pesan.
- Encoding
Adalah
proses yang dilakukan dalam rangka menyusun pesan yang akan dikomunikasikan.
- Message
Adalah informasi atau pesan yang
disampaikan.
- Channel
Adalah alat yangdigunakan untuk
menyampaikan pesan.
- Decoding
Adalah proses mencerna dan memahami
pesan yang diterima.
- Receiver
Adalah pihak yang menerima pesan.
- Noise
Adalah
gangguan yang menyebabkan proses penyampaian pesan tidak berjalan sebagaimana
mestinya.
2.1.2. Fungsi
Komunikasi
Komunikasi
menurut Harold D. Lasswel adalah, (1) Manusia dapat mengontrol lingkungannya,
(2) beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka berada, serta (3) melakukan
transformasi warisan sosial kepada generasi berikutnya (Hafied;59).
2.1.3.
Pengertian Komunikasi Massa
Pengertian komunikasi massa menurut
Denis MC Quail (2000), media massa adalah memiliki sifat tau karakteristik yang
mampu menjangkau massa dalam jumlah besar dan luas (univessality of reach),
bersifat publik dan mampu memberikan popularitas kepada siapa saja yang muncul
di media massa (Morissan;1). Komunikasi massa adalah sebagai proses komunikasi
yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada
khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti
radio, televisi,surat kabar, dan film (Hafied, 2011: 37).
2.1.4. Definisi Media
Media adalah alat atau sarana yang
digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.
2.1.5. Definisi Media Televisi
Media
Televisi adalah program khusus yang banyak dinikmati oleh banyak orang di
seluruh dunia dengan menampilkan program yang sangat menarik.
2.1.6. Fungsi Media Televisi
Mendesain program-program mereka
untuk menghibur, serta menyampaikan informasi seperti beerita, olahraga,
nasional maupun internasional. Tentu saja, mereka memberikan hiburan untuk
mendapatkan perhatian dari khalayak sebanyak munkin sehingga mereka dapat
menjual hal ini kepada pengiklan.
2.1.7.
Bentuk Komunikasi
Menurut
Deni Darmawan (2007) komunikasi itu sendiri dapat terjadi dalam beberapa
bentuk, diantaranya dalam bentuk komunikasi personal (personal communiaction)
dan komunikasi kelompok (group communication). Selain itu komunikasi juga dapat
bersifat tatap muka (face–to–face) dan melalui perantara media lain (mediated).
Menurut
Tono Kartono (2008), dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam dua macam
komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif. Komunikasi aktif
merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara
komunikator dengan komunikan, di manan antara keduanya sama-sama aktif
berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. Sedangkan
komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide
terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi, akan tetapi
komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik
dari proses komunikasi.
Sedangkan
dalam konteks pendidikan, teori dan fakta diatas membuat komunikasi menjadi
bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini disebabkan karena dalam pendidikan
terjadi proses transfer informasi berupa ilmu pengetahuan dan pengalaman antara
guru dan peserta didik atau siswa. Proses komunikasi dalam pendidikan sebagian
besar terjadi secara tatap muka (face–to–face communication) dan berkelompok
(group communication), walaupun juga sangat memungkinkan terjadi dengan
perantara media (mediated communication) ataupun secara personal (personal communiaction).
Komunikasi
sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu:
1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi
Intra personal, secara harfiah dapat diartikan sebagai komunikasi dengan diri
sendiri. Hal ini menyangkut proses disaat diri (self)
menerima stimulus dari lingkungan untuk kemudian melakukan proses
internalisasi. Hal ini sering dijelaskan dengan proses ketika seseorang
melakukan proses persepsi, yaitu proses ketika seseorang mengintrepretasikan
dan memberikan makna pada stimulus atau objek yang diterima panca inderanya.
2. Komunikasi Interpersonal
Secara umum komunikasi
interpersonal (komunikasi antar pribadi) dapat diartikan sebagai proses
pertukaran makna orang-orang yang saling berkomunikasi. Komunikasi ini
dilakukan oleh dua orang atau lebih dan terjadi kontak langsung dalam bentuk
percakapan. Dapat berlangsung dengan berhadapan muka atau melalui media
komunikasi, antara lain dengan menggunakan pesawat telepon atau radio komunikasi.
Komunikasinya bersifat dua arah, yaitu komunikator dan komunikan yang saling
bertukar fungsi.
Dalam proses komunikasi
antar pribadi kemampuan komunikator diperlukan untuk mengekspresikan diri pada
peranan orang lain (empati). Untuk mencapai keberhasilan dalam komunikasi tatap
muka perlu didukung dengan penggunaan komunikasi kebahasaan, bahasa kial dan
bahasa sikap. Ketiga peran bahasa dilaksanakan secara gabungan sehingga muncul
keserasian.
3. Komunikasi Kelompok
Adalah
interaksi tatap muka antara tiga orang atau lebih degan tujuan yg telah
diketahui, seperti berbagi informasi, pemecahan masalah yang mana
anggota-anggotnya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota yang lain
secara tepat. (Michael Burgoon,1978)
Suatu bidang studi,
penelitian dan penerapan yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok
secara umum tetapi juga pada prilaku komunikasi individu pada tatap muka
kelompok diskusi kecil. (Goldberg, 1975)
4. Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai
komunikasi antar manusia (human communication) yang terjadi dalam konteks
organisasi.
Dari pengertian tersbut, maka kita dapat memahami bahwasannya komunikasi
organisasi adalah proses komunikasi yang berlangsung secara formal maupun
non formal dalam sebuah system yang disebut organisasi.
5. Komunikasi Massa
Suatu
proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada public
secara luas. Disisi lain komunikasi massa juga diartikan sebagai proses
komunikasi dimana, pesan dari media dicari, digunkan dan dikonsumsi oleh
audiens. Dari batasan singkat tersebut, kita dapat melihat bahwasannya
karakteristik utama komunikasi massa adalah adanya media massa sebagai alat
dalam penyebaran pesannya.
2.2. Proses Produksi
2.2.1. Definisi
Proses
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, proses memiliki
arti antara lain runtutan perubahan (peristiwa), perkembangan sesuatu, kemajuan
sosial, berjalan terus, rangkaian tindakan atau pengolahan yang menghasilkan
produk. (Departemen Pendidikan Nasional,2005:899).
Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang
terjadi secara alami atau didesain yang menggunakan waktu, ruang, keahlian atau
sumber daya lainnya menghasilkan suatu hasil. Suatu proses munkin dikenal oleh
perubahan yang diciftakan terhadap sifat-sifat dari satu atau proses lebih
objek di bawah pengaruhnya.
Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin
menggunakan waktu, ruang, keahlian
atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu
proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. Bandingkan dengan pengolahan.
Definisi lain
dari proses adalah serangkaian kegiatan yang saling terkait atau berinteraksi,
yang mengubah input menjadi output Kegiatan ini memerlukan alokasi
sumber daya seperti orang dan materi. Input
dan output yang dimaksudkan mungkin
tangible (seperti peralatan, bahan atau komponen) atau tidak berwujud (seperti
energi atau informasi). Output juga
dapat tidak diinginkan, seperti limbah atau polusi.
2.2.2. Definisi Produksi
Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses
yang mentranspormasikan masukan (input)
menjadi hasilan keluar (output).
Dalam pengertian yang bersifat umum ini penggunanya cukup luas, sehingga
mencakup keluaran (output) yang
berupa barang atau jasa. Produksi dapat diartikan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah
nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat
dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan
menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.
Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan
bentuknya dinamakan produksi barang.
Produksi adalah kegiatan untuk menciftakan dan menambah
kegunaan (utility) suatu barang dan
jasa. Produksi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan
manusia dengan menghasilkan barang atau meningkatkan jasa (Bambang
Prishardoyo:2005).
2.2.3.
Definisi Proses Produksi
Proses produksi terdiri dari dua kata yaitu, proses dan
produksi yang memiliki makna yang berbeda. Proses adalah cara, metode, dan
teknik bagaimana sumber-sumber (manusia, mesin, material dan uang) yang akan
dirubah untuk memperoleh suatu hasil. Sedangkan produksi adalah kegiatan yang
menciftakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa.
Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah cara, metode
ataupun teknik menambah kegunaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan
faktor produksi yang ada. Sedangkan menurut V.Gasperz (2004) proses produksi
yaitu suatu kegiatan perbaikan terus-menerus (continuos improvment), yang dimulai dari sederet siklus sejak
adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses
produksi, sampai distribusi konsumen.
2.3.
Pola Komunikasi
2.3.1.
Definisi Pola Komunikasi
Pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola
hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang
tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami (Djamarah, 2004:1). Pola
komunikasi adalah suatu gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang
memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya
(Soejanto, 2001:27). Pola komunikasi diartikan sebagai bentuk atau pola
hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman, dan penerimaan cara yang
tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Tubbs dan Moss mengatakan bahwa ”pola komunikasi atau
hubungan itu dapat dicirikan oleh : komplementaris atau simetris. Dalam
hubungan komplementer satu bentuk perilaku dominan dari satu partisipan
mendatangkan perilaku tunduk dan lainnya. Dalam simetri, tingkatan sejauh mana
orang berinteraksi atas dasar ke samaan. dominasi bertemu dengan dominasi atau
kepatuhan dengan kepatuhan” (Tubbs, Moss, 2001:26).
Dari pengertian di atas maka suatu pola komunikasi adalah
bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses pengiriman
dan dari pengertian di atas maka suatu pola komunikasi adalah bentuk atau pola
hubungan anatar dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan
pesan yang dikaitkan dua komponen, yaitu gambaran atau rencana yang meliputi
langkah-langkah pada suatu aktifitas dengan komponen-komponen yang merupakan
bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi antar manusia atau kelompok
dan organisasi.
2.4
Editor
2.4.1.
Sejarah Editor
Sejarah
Video Editing dimulai pada tanggal 28 desember 1895 dengan ditandai oleh untuk
pertama kalinya orang menonton film petunjukan di sebuah ruang yang
diproyeksikan ke sebuah layar. Lumiere bersaudara menyewa sebuah ruangan bilyar
tua di bawah tanah di Boulevard des Capucines, Paris yang kemudian dikenal
sebagai ruangan bioskop pertama di dunia, yang kemudian tempat itu dikenal
dengan nama Grand Café. Mulai saat itu menonton film menjadi sebuah pengalaman
yang baru untuk semua orang.
Film
The Jazz Singer yang disutradarai oleh Alan Crosland yang dibuat pada tahun
1927 merupakan film hitam putih pertama yang menyajikan secara lengkap musik,
dialog dan nyanyian. Yang sebelumnya film berupa film diam tanpa dialog ataupun
nyanyian. Hanya diiringi oleh live music performance.
Setelah
lebih dari 100 tahun, teknologi produksi film telah berkambang dengan pesat.
Dengan ditemukannya Video, yang dapat menggabungkan antara gambar dan suara
dalam satu medium penyimpanan. Dengan adanya perkambangan ini, orang awam mudah
dalam membuat video sendiri baik untuk tujuan komersial ataupun untuk koleksi
pribadi.
Pada
saat lumiere mulai membuat film, editing belum menjadi bagian dari proses
pembuatan film. Karena pada saat itu film-film lumiere hanya terdiri dari satu
buah shot (single shot) dengan panjang durasi yang sama dengan kejadian
sesungguhnya (real time). Tidak ada manipulasi waktu.
Melies
adalah orang pertama yang membuat film dengan melalui proses editing. Editing
yang dilakukannya masih sangat sederhana. Film pertamanya yang menggambarkan
perjalanan orang ke bulan (a trip to the moon) hanya menggunakan editing untuk
kesinambungan bercerita (cutting to continuity). Melies melakukan editing untuk
menyambung tiap2 adegan yang hanya terdiri dari satu shot untuk tiap adegannya
(sequence shot).
Le
Voyage Dans la Lune – A Trip to the Moon (1902) Dari
sini bisa kita simpulkan bahwa editing terjadi apabila terjadi proses
pemotongan dari banyak shot.
Seiring
dengan perkembangan jaman, editing juga mengalami perubahan. Sebuah film tidak
lagi terdiri dari satu shot untuk tiap adegannya. Kita juga kemudian mengenal
adanya tipe shot. Sehingga editing memegang peranan yang cukup penting dalam
pembuatan dalam sebuah film.
Dengan
adanya editing, kita akhirnya mengenal adanya film time, waktu yang terjadi
dalam film. Editing dapat melakukan manipulasi waktu dalam film. Sehingga waktu
yang diciptakan bisa menjadi lebih singkat, atau malah sebaliknya menjadi lebih
lambat. Sebagai contoh, sebuah kejadian 10 tahun bisa diceritakan hanya dalam
waktu 10 menit. Begitu juga waktu yang hanya 10 menit, bisa diceritakan menjadi
1 jam.
Meskipun
tahapan editing dikerjakan oleh editor dan dilakukan setelah proses pengambilan
gambar, pemikiran editing (editorial thinking) sudah harus dilakukan oleh semua
tim kreatif jauh sebelum pengambilan gambar dimulai. Sehingga ketika semuanya
sudah masuk ke meja editing menjadi materi yang siap untuk diedit.
2.5.
Berita
2.5.1.
Pengertian Berita
Seperti
yang dikutip dari buku The Journalist
karangan Zaenuddin (2007: 10), berita adalah pernyataan yang bersifat umum dan
aktual, disiarkan oleh surat kabar (media massa) dibuat oleh wartawan untuk
kepentingan pembacanya (audience). Berita
tidak sama (identik) dengan peristiwa (event).
Peristiwa adalah suatu kejadian, sedangkan berita adalah cerita tentang
peristiwa itu. Dalam kenyataannya sangat sukar menceritakan suatu peristiwa
secara sempurna. Disinilah peranan seorang wartawan atau reporter menjadi
sangat penting.
Berbeda lagi dengan pendapat Sunarjo
dalam buku Himpunan Istilah Komunikasi (1995: 45) berita identik dengan NEWS
yang sering di artikan sebagai peristiwa yang datang dari empat penjuru angin,
yaitu:
a)
N =
North, Utara
b)
E =
East, Timur
c)
W =
West, Barat
d)
S =
South, Selatan
Akan
tetapi yang jelas dalam kata NEWS tercermin sesuatu yang baru. Dapat dikatakan
bahwa syarat utama sebuah berita adalah sifatnya yang baru. Baru dalam arti
bahwa peristiwa itu belum pernah terjadi sebelumnya, setidak-tidaknya jarang
terjadi, atau mengandung informasi yang baru tentang suatu hal. Selain sifatnya
yang baru, biasanya berita harus pula penting (important) dan menarik.
2.5.2. Jenis – jenis Berita
Adapun
jenis berita yang dikenal dalam dunia jurnalistik Abdul Chaer (2010:
14). Jenis-jenis berita yang dikenal di
dunia jurnalistik antara lain:
a. Straight News :
Berita langsung, apa adanya ditulis secara singkat dan lugas serta berpatokan
pada unsur piramida terbalik di mana inti berita berada pada awal penulisan.
Berita
Straight News terbagi menjadi dua
jenis yaitu:
1) Hard News : Berita yang memiliki nilai lebih dari
segi aktualitas dan kepentingan segera diketahui pembaca. Berisi informasi
peristiwa khusus (special event) yang
terjadi secara tiba – tiba.
2) Soft News : Nilai beritanya di bawah hard news dan lebih merupakan berita
pendukung.
b. Depth News : Berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada
di bawah suatu permukaan.
c. Investigation News : Berita yang
dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.
d. Interpretative News : Berita yang dikembangkan dengan
pendapat atau penelitian penulisnya.
e. Opinion News : Berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para
cendikiawan, ahli, pejabat atau sarjana mengenai suatu hal, peristiwa dan
sebagainya.
f. Editorial writing : Pikiran sebuah
institusi yang diuji di depan sidang pendapat umum.
g.
Comprehensive
News : Merupakan
laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek.
h. Feature Story :
Sebuah berita yang memiliki gaya penulisan sastra jurnalistik di mana penulisan
tidak berpatokkan pada istilah piramida terbalik. Yaitu inti pada berita Feature tiadaklah selalu berada di awal
penulisan namun inti dari berita bisa terdapat di tengah bahkan di akhir
penulisan berita.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Objek Penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan
Pada
penulisan ini yang menjadi objeknya adalah mengenai proses editing program
berita di Metro TV Biro Psalembang. Penulis akan mendiskripsikan tentang proses
editing berita di Metro TV Biro Palembang, yang beralamat Jalan. Dr.M.Isa
Komplek Taman Harapan Indah Blok
A 10 Palembang, proses yang di deskripsikan berdasarkan pengalaman praktek
kerja lapangan penulis selama mengikuti penelitian disitu.
3.2. Metode Penelitian
Penulisan yang ada di dalam
laporan Praktek Kerja Lapangan ini menggunakan metode penulisan secara
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dimana penelitian tersebut berdasarkan
suatu gejala, fenomena, atau peritiwa tertentu. Penelitian dengan pendekatan
kualitatif menekankan pada analisis proses dari proses berpikir secara
indukatif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati
dan menggunakan logika ilmiah.
Menurut Sugiyono dalam Gunawan
(2013:81) menjelaskan jika masalah dalam penelitian kualitatif bersifat
sementara, tentatif, dan berkembang atau berganti setelah peneliti berada
dilapangan.
Menurut Flik dalam Gunawan
(2013:81) menjelaskan jika penelitian kulitatif adalah penelitian keterkaitan
spesifik pada studi hubungan sosial yang berhubungan dengan fakta dari plurasi
dunia kehidupan.
3.2.1. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data
yang digunakan penulis dalam penulisan laporan praktek kerja lapangan yaitu :
Observasi, yaitu mengamati langsung proses editing
program berita di Metro Tv Biro Palembang.
1. Observasi, yaitu mengamati langsung
kegiatan proses editing berita di Metro Tv Biro Palembang.
2. Dokumentasi, mengambil beberapa gambar di
saat kegiatan berlangsung, yaitu berisikan proses editing berita di Metro Tv
Biro Palembang.
3. Wawancara Informal dengan Editor Metro Tv
Biro Palembang.
3.3. Waktu Praktek Kerja Lapangan
3.3.1. Waktu Pelaksanaan
Waktu Praktek berlangsung pada
tanggal 15 April sampai dengan 16 Mei 2015.
3.4. Pelaksanaan
Praktek Kerja Lapangan
Pelaksanaan Praktek Kerja
Lapangan dimulai pada tanggal 15 April 2015 sampai dengan 16 Mei 2015. Waktu pelaksanaan PKL
sudah berdasarkan prosedur yang telah ditentukan, yaitu sesuai dengan jam kerja
wartawan di Metro Tv Biro
Palembang. Adapun kegiatan yang dilakukan di tempat PKL itu adalah mendapatkan
pelatihan cara editing dalam berita Tv secara langsung oleh tim Editor berita
di Metro Tv, dan mendapatkan pelatihan kameramen, bagaimana cara pengambilan
gambar dan engle yang benar, dan
dapat pelatihan bahwa pengambilan gambar berita itu tidak boleh terlalu banyak
menggunakan zoom in dan zoom out karena banyak memakan waktu,
dan satu lagi tidak boleh kebanyakan memakai pen kanan dan pen kiri itu juga
banyak memakan waktu durasi yang banyak. disana peneliti banyak mempelajari
berbagai hal dari segi cara liputan diluar mau pun live secara langsung.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran
Umum Metro TV
4.1.1 Sejarah Metro TV Secara Umum
METRO
TV adalah televisi berita 24 jam pertama di Indonesia yang mulai mengudara pada
tanggal 25 November 2000, METRO TV merupakan salah satu anak perusahaan dari
MEDIA GROUP yang di miliki oleh Surya Paloh. Surya Paloh merintis usahanya di
bidang pers sejak mendirikan surat kabar harian PRIORITAS, yang di bredel oleh
pemerintah pada tanggal 29 Juni 1987 karena dinilai terlalu berani.
Pada
tahun 1989, dia mengambil alih Media Indonesia, yang kini tercatat sebagai
surat kabar dengan oplah terbesar setelah Kompas di Indonesia. Oleh karena
kemajuan teknologi, Surya Paloh memutuskan untuk membangun sebuah televisi
berita mengikuti perkembangan teknologi dari media cetak ke media
elektronik.METRO TV bertujuan untuk menyebarkan berita dan informasi ke seluruh
pelosok Indonesia.Selain bermuatan berita, METRO TV juga menayangkan beragam
program informasi mengenai kemajuan teknologi, kesehatan, pengetahuan umum,
seni dan budaya guna mencerdaskan bangsa. METRO TV terdiri dari 70% berita (news),
yang ditayangkan dalam 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin,
ditambah dengan 30% program non berita (non news) yang edukatif.
METRO
TV dapat di tangkap secara teresterial di 280 kota yang tersebar di tanah air
Indonesia yang di pancarkan dari 52 transmisi, mungkin tantangan terbesar bagi
perusahaan pada tahap awal adalah kebutuhan untuk membangun infrastruktur,
fasilitas dan tim, semua dalam skala waktu pendek dari sembilan bulan. Meskipun
ini adalah kerja keras pengalaman yang diperoleh sangat berharga dalam membangun
tim yang solid profesional berpengalaman yang sudah diuji di bawah
tantangan kondisi.
Perusahaan
ini telah membawa gelombang baru dari gaya hidup dan kualitas program hiburan
alternatif untuk melengkapi dominasinya di sektor berita industri. Ia telah merintis
perspektif baru dan program satu-of-a-kind yang unik sekaligus
meningkatkan cara informasi disajikan. produksi canggih dan bergaya dari METRO
TV telah meniupkan kehidupan baru ke dalam industry pertelevisian, bahkan
pemirsa paling cerdas memiliki pilihan melihat tidak ada duanya.
Keinginan
untuk menjadi yang terbaik drive antusiasme perusahaan dan pendekatan
multi-dimensi kebutuhan pemrograman. Ke depan untuk 2006, visi perusahaan
adalah memiliki saat itu mencapai peringkat nomor satu untuk kualitas dan
pengiriman berita serta tingkat loyalitas yang sangat tinggi dari kedua pemirsa
dan pengiklan.
Perusahaan
juga mengambil tanggung jawab perusahaan terhadap pemegang saham dan karyawan
serius, meskipun konsisten dalam berkendara ke depan untuk mencapai tingkat
yang signifikan pertumbuhan, keuntungan, untuk meningkatkan aset, kesejahteraan
dan kualitas hidup karyawan METRO TV tetap penting.
Selain secara ereksterial,
siaran METRO TV dapat tangkap melalui televisi kabel diseluruh Indonesia,
melalui satelit Palapa 2 ke seluruh Negara – Negara ASEAN, termasuk di Hongkong,
Cina selatan, India, Taiwan, Makau, Papua New Guinea, dan sebagian Australia
serta Jepang. METRO TV juga memilii 19 buah mobil satelit untuk dapat
menayangkan secara live kejadian – kejadian yang berlangsung setempat.
Peralatan tersebut berupa 12 Buah mobil SNG (Satelit News Gathering) dan
7 Buah mobil ENG (Electronic News Gathering).
4.1.2 Sejarah
Metro TV Biro Palembang
Metro Tv Biro Palembang
berdiri sejak 12 Desember 2012. Ini merupakan perwakilan yang berpusat di
Jakarta, dan salah satu dari 7 (tujuh) Kantor Biro Metro Tv yang akan di
seluruh Indonesia. Metro Tv Biro Palembang sendiri membawahi 5 (lima) Provinsi
di sembangsel yaitu Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Dengan jumlah Team Liputan Organik dan 14 Kontributor.
Satu-satunya TV di
Sumsel yang dilengkapi dengan Satelit News Gathbering. Dengan adanya Satelit
News Gathering itu membuat penayangan secara langsung berita yang diliputi di
suatu daerah seperti Kejadian Peristiwa Pembakaran Polres OKU, Pembakaran
Polsek Muara Rupit di Kab. Musi Rawas Utara, Pembakaran Lahan di Jambi,
Pencarian Pesawat Air Asia Hilang di Belitung. Tidak hanya berita peristiwa
Metro TV Biro Palembang juga menyiarkan juga menyiarkan secara langsung
kegiatan atau event tahunan di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Dengan adanya
kantor Biro Metro TV dibeberapa wilayah Indonesia dapat memberikan informasi
cepat komprehensif dari berbagai wilayah di Indonesia.
4.1.2.1 Visi dan Misi PT. Media Televisi
Indonesia (METRO TV)
Visi
Untuk
menjadi stasiun televisi Indonesia yang berbeda dengan stasiun televisi lainya
dan menjadi nomor satu dalam program beritanya, menyajikan program hiburan dan
gaya hidup yang berkualitas. Memberikan konsep unik
Misi
Untuk
membangkitkan dan mempromosikan kemajuan bangsa dan negara melalui suasana yang
demokratis, agar unggul dalam kompetisi global, dengan menjunjung tinggi moral
dan etika. Untuk memberikan nilai tambah di industri pertelevisian dengan
memberikan pandangan baru, mengembangkan penyajian informasi yang berbeda dan
memberikan hiburan yang berkualitas. Dapat mencapai kemajuan yang signifikan
dengan membangun dan menambah aset, untuk meningkatkan kualitas dan
kesejahteraan para karyawanya dan menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi
pemegang saham.
4.1.2.2
Tugas Bidang Struktur
Organisasi Metro TV Biro Palembang
1. Kepala Biro Palembang
|
·
Memastikan
ketersediaan siaran berita Metro TV Biro Palembang dalam kelancaran kegiatan
oprasional news division.
·
Menjadi
pengambil keputusan untuk pemilih topik berita, wawancara, program acara khusus
yang akan ditayangkan.
·
Melakukan
koordinasi dengan Reporter / Campers,
kontributor, dan SNG Crew mengenai
aktivitas Biro Palembang.
·
Memastikan
proses peliputan berita oleh reporter / campers, kontributor sesuai dengan
tuntutan kantor pusat.
2.
Admin
·
Menyiapkan
proposal (untuk kegiatan – kegiatan liputan live
harian) dan proposal keuangan untuk kegiatan live skala besar untuk laporan ke kantor pusat.
·
Melakukan
negosiasi atau penjelasan dengan pihak-pihak terkait (intern).
·
Mencatat
dan melaporkan kegiatan Biro Palembang dalam bentuk laporan tertulis kepada
kantor pusat.
3.
Repoter / Campers
·
Melakukan
peliputan sebuah berita baik secara live
maupun taping.
·
Melakukan
peliputan sesuai perintah dari pusat melalui kepala biro atau isidentil.
·
Bagi
Reporter dalam tugasnya apabila hendak live
maka ia harus mengambil bahan yang telah di email
oleh kontributor.
4.
Kontributor
·
Mencari
berita yang sedang hangat di daerah peliputan masing-masing.
·
Melakukan
peliputan sesuai perintah dari pusat melalui kepala biro.
·
Membuat
naskah atau teks berita berdasarkan hasil peliputan.
·
Mengirimkan
hasil liputan baik berupa streaming maupun feeding.
·
Mengirimkan
naskah atau teks berita.
5.
SNG Crew
·
Mempersiapkan
untuk liputan live dari tempat
kejadian
·
Mempersiapkan
hubungan live dengan kantor pusat
·
Mengatur
hubungan antara tim liputan yang akan atau sedang live dengan kantor pusat di Jakarta.
·
Mengolah
/ editing hasil liputan repoter/campers dan hasil kontributor
·
Menjaga
dan merawat kondisi SNG agar siap selalu dalam setiap tugasnya.
6.
Security
·
Bertugas
menjaga kantor dan betugas menjaga keamanan setiap siaran langsung.
·
Melakukan
pemeriksaan pada tamu / pemilik yang akan masuk ke area kerja.
7.
Driver
·
Bertugas
untuk mengantar reporter/camper melakukan peliputan
·
Merawat
mobil yang dipakai jangan sampai kotor dan rusak
·
Menjaga
keamanan diwaktu bawa mobil
·
Selalu
siap kalau dipakai sewaktu-waktu
8.
OB
·
Membersihkan
dan merapikan meja, kursi, komputer dan perlengkapan lainnya.
·
Menyediakan
minuman untuk karyawan maupun tamu.
·
Mengirim/mengambil
dokumen antar devisi/bagian.
·
Melayani
permintaan/ fotokopi/faksimili.
4.1.2.3 Profile PT Media Televisi Indonesia
METRO TV
Profil
perusahaan merupakan identitas perusahaan dimana didalamnya terdapat kejelasan
sebagai berikut:
Nama
Perusahaan : PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
Alamat
: Jl. Pilar Mas Raya Kav A – D, Kedoya, Kebon Jeruk Jakarta 11520
Telepon
: (021) 58300077 (Hunting)
Fax
: (021) 58300066 (General)
(021)
58302139 (Redaksi) 5
(021)
5816216 (PR &Publicity)
Email
: webmetro@metrotvnews.com
Website
: www.metrotvnews.com
Slogan
: METRO TV Knowledge To Elevate
4.1.2.4 Logo PT. Media Televisi Indonesia
(METRO TV)
Setiap
perusahaan memiliki logo sebagai simbol dari identitas diri perusahaan agar
dapat dikenal oleh masyarakat.Demikian pula dengan PT. Media Televisi Indonesia
(METRO TV) memiliki logo dengan ciri khas tertentu.
Ciri
khas METRO TV adalah simbol bidang elips emas kepala burung elang, dipertegas
dengan Huruf M,E,T,R,,T,V berwarna biru.
Gambar
4.2. Logo PT. Media Televisi Indonesia (METRO TV)
(Sumber: Comprof PT. Media Televisi
Indonesia METRO TV, 2010) 6
Logo
METRO TV dirancang tampil dalam citraan tipografis sekaligus kecitraan gambar.
Oleh karena itu komposisi visualnya gabungan antara tekstual (diwakili huruf –
huruf : M-E-T-R-T-V) dengan visual (Diwakili simbol bidang elips emas kepala
burung elang). Elips emas dengan kepala burung elang pada posisi huruf “O”
dengan pertimbangan kesamaan stuktur huruf “O” dengan elips emas, dan menjadi
pemisah bentuk – bentuk teks M-E-T-R dengan T-V. Hal itu mengingat,dirancang
agar pelihat akan menangkap dan membaca sekaligus melafalkan METR-TV sebagai
METRO TV.
Logo
MERTO TV dalam kehadirannya secara visual tidak saja dimaksudkan sebagai simbol
informasi atau komunikasi METRO TV secara institusi, tetapi berfungsi sebagai
sarana pembangunan image yang tepat dan cepat dari masyarakat terhadap
institusi METRO TV.
Melalui
tampilan logo.Masyarakat luas mendapatkan gerbang masuk, mengenal, memahami,
serta meyakini visi, misi serta karakter METRO TV sebagai institusi. Logo METRO
TV dalam rancang rupa bentuknya berlandaskan pada hal – hal berikut :
-
Simpel (Tidak Rumit)
-
Memberi kesan global dan modern
-
Menarik dilihat dan mudah diingat
-
Dinamis dan Lugas
-
Berwibawa namun Familiar
-
Memenuhi syarat – syarat teknis dan estesis untuk aplikasi print, elektronik
dan filmis.
-
Memenuhi syarat teknis dan estesis untuk metamorfossis dan animatif.
4.1.2.5 Arti Logo Bidang Elips Emas
Sebagai
latar dasar teraan kepala burung elang, merupakan proses metamorphosis atas
beberapa bentuk, yaitu :
a.
Bola Dunia
Sebagai
simbol cakupan yang global dari sifat informasi, komunikasi dan
seluruh
kiprah operasional institusi METRO TV.
b.
Telur Emas
Sebagai
simbol Boldyang tampil penuh kewajaran. Telur juga merupakan simbol
kesempurnaan dan merupakan image suatu bentuk (institusi) yang secara
struktur kokoh, akurat, dan artistik sedangkan tampilan emas adalah sebagai
simbol puncak prestasi dan puncak kualitas.
c.
Elips
Sebagai
simbol citraan lingkar (ring) benda planet, tampil miring kekanan
sebagai kesan bergerak, dinamis.Lingkar (ring) planet sendiri sendiri
sebagai simbol dunia cakrawala angkasa, satelit sesuatu yang erat berkait
dengan citraan dunia elektronik dan penyiaran.
d.
Elang
Simbol
kewibawaan, kemandirian, keluasaan penjelajahan dan wawasan.Simbol kejelian,
awas, tajam, tangkas namun penuh keanggunan gerak hidupnya anggun.
4.1.2.6 Strategi PT. Media Televisi Indonesia (METRO
TV)
Secara
keseluruhan untuk selalu tampil ke depan sebagai televisi terbaik yang mampu
mengatasi gejolak pasar, perhatian METRO TV sangat dicurahkan kepada:
1.
Peningkatan dan pendayagunaan sarana operasi dan teknologi sehingga dapat memberikan berbagai kemudahan dan
kenyamanan bagi pemilik pesawat televisi.
2.
Penyajian program yang menarik dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan pemirsa
baik berupa hiburan, pengetahuan, informasi aktual dan akurat, serta
pengembangan kreativitas untuk melahirkan program-program acara baru yang
menarik, memuaskan pemirsa dan dapat dipertanggung jawabkan.
3.
Pemasaran iklan yang menunjang biaya operasional dengan tetap memperhatikan
kepentingan masyarakat luas.
4.
Peningkatan peran, kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia, melalui
program pelatihan dan pemeliharaan motivasi kerja karyawan melalui berbagai
perlindungan dan kesejahteraan.
5.
Pengembangan usaha yang tetap berorientasi kepada kepentingan masyarakat baik
berupa penyajian program hiburan, informasi dan pengetahuan serta
program-program sosial.
4.1.2.7 Target Pemirsa PT Media Televisi
Indonesia (METRO TV)
METRO
TV merupakan jaringan TV swasta nasional pertama di Indonesia yang menyajikan
tayangan berita sebagai tayangan utama dalam penyiaranya, dengan rata-rata
sekitar 70% tayangannya bersifat berita (News) dan memiliki persentase
30% tayangan non berita (non news). Sasaran pemirsa METRO TV adalah
semua lapisan masyarakat yang membutuhkan informasi berita yang hangat yang
sedang menjadi pemberitaan di masyarakat.
Program
METRO TV dirancang untuk mengakomodasi keluarga yang berpenghasilan menengah ke
atas (target pemirsa AB 20+).Susunan program METRO TV hampir semua menyuguhkan
tayangan berita yang dalam produksinya hampir semuanya di lakukan atau di
produksi sendiri. METRO TV memusatkan upayanya pada peningkatan kualitas
produksi lokal, sementara di saat yang sama secara selektif memperoleh hak
untuk menyiarkan content asing, yang diyakini METRO TV sesuai dengan
selera lokal.
4.1.2.8 Metro Hard News
Metro
hard news merupakan salah satu sub program berita yang ada di METRO TV.
Berikut adalah deskripsi dari program Metro hard news:
1.
Format dan Isi
Live
di studio, berisikan berita-berita hard news terkait
dengan politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Pada Metro Hard News Ini
terdapat juga berita dari mancanegara dan info mancanegara (sumber di ambil
dari ATPN dan Reuters).
2.
Durasi & Jam Tayang
Durasi
dan Jam Tayang Acara News di PT. Media Televisi Indonesia
(METRO
TV).
4.2 Analisis kegiatan PKL
Dalam kesempatan
ini penulis melakukan praktek kerja lapangan di METRO TV Palembang tepatnya
dibagian SNG / Editor. Penulis
memilih untuk PKL di bagian SNG/ Editor dikarenakan sesuai dengan konsentrasi
jurnalistik. Pelayanan yang diberikan
staff editor khususnya merupakan pekerjaan wajib yang
harus dilakukan oleh staff editor.
Selama
penulis melakukan kegiatan PKL banyak yang didapatkan mulai dari pengenalan
lingkungan yang terdiri dari berbagai macam orang yang harus dikenal penulis,
dapat mengetahui banyak kegiatan di METRO TV. Dan teknik pengambilan gambar,
teknik penulisan naskah berita dan teknik editing video berita di Metro TV Biro
Palembang. Penulis menjalani PKL selama 1 bulan itu telah memberikan jawaban
terhadap teori-teori yang penulis dapatkan selama kuliah. Secara keseluruhan, berita-berita yang di edit di METRO TV sejalan dengan
teori-teori yang dipelajari selama kuliah dan konsentrasi penulis.
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dimulai pada
tanggal 15 April 2009 sampai dengan 16 Mei 2015. Waktu pelaksanaan PKL
sudah berdasarkan prosedur yang telah ditentukan, yaitu sesuai dengan jam kerja
Metro TV Biro Palembang. Hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis, yaitu pihak pewawancara (interview)
yang mengajukan pertanyaan kepada editor yang bernama bapak budi. Pembicara
menjelaskan bahwa proses editing itu sangat memerlukan konsentrasi dan harus
mempunyai ketelitian dalam memotong /cut setiap gambar yang harus
dibuang. Dalam proses editing
program berita di Metro TV Biro Palembang, video dan berita sudah dianggap
sebagai suatu kesatuan dari media yang memberikan informasi atas berbagai
peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan
waktu yang cepat.
Dalam eiting video
memerlukan kerjasama tim, pengambilan gambar atau video berita yang sesuai
standar berita.Kameramen harus kerjasama dengan reporter ketika pengambilan
gambar dan apa yang ingin di tanyakan kepada narasumber. Jadi gambar dan video
bisa langsung bercerita dengan kejadian tersebut sebelum di buat naskah berita
yang dibacakan oleh reporter.
Gambar atau video
berita menurut standar berita, tidak diperboleh untuk mengambil gambar dengan zoom in atau zoom out, dan tidak diperboleh untuk menggunkan pan kanan atau pan
kiri, akan banyak memakan waktu, apabila seorang kameramen terlalu banyak
menggunakan zoom in, zoom out dan pan kanan, pan kiri. Karena gambar atau video
berita itu harus dengan detail kasus yang terjadi bukan sekedar isu belaka.
Setiap pengambilan gambar harus menggunakan perpotongan atau peberhentian,
setiap gambar yang akan diambil, satu gambar harus tujuh detik untuk
pengambilan gambar dan durasi semua video atau gambar standar 13 menit atau 20
menit satu berita.
Standar gambar atau
video berita, berdasarkan yang terjadi dalam proses editing suatu berita atau
video, apabila ada suatu kasus atau seorang tersangka atau belum jelas menjadi
tersangka dibawah umur, muka orang tersebut harus di blur, karena akan membuat orang
tersebut menjadi takut atau belum tentu kebenarannya atau kejadian tersebut.
Jadi intinya, semua
gambar dan berita yang dimuat dalam media elektronik itu hadir untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Bila dilihat dari sebuah foto yang kita katakan sebagai
benda seni, ia harus bukan sekedar hasil upaya proses reproduksi belaka. Video atau foto sebagai suatu seni terapan semestinya
berasal dari suatu kontemplasi yang intens, agar apa yang dihasilkan memiliki
sebuah unsur kualitas yang berimbang dengan berita yang dimuat.
Tabel 4.1 Kegiatan yang dilakukan
penulis selama PKL
No.
|
Tanggal
|
Kegiatan
|
1.
|
Rabu, 15 April 2015
|
1.
Perkenalan
Penulis dengan karyawan-karyawan di Metro Tv.
2.
Penulis
diperkenalkan tentang sofwer-sofwer yang
dipakai editing.
3. Penulis
mendapatkan Pelatihan editing berita oleh editor berita Metro Tv.
|
2.
|
Kamis, 16 April 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan ke KPU Sumsel.
2. Penulis belajar proses editing video
berita.
|
3.
|
Jum’at, 17 April 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan ke Lorena, masalah kenaikan
tiket damri menjelang lebaran.
2. Penulis Melakukan editing video berita
|
4.
|
Selasa, 21 April 2015
|
1.
Penulis
melakukan peliputan ke SAMSAT Palembang, perayaan hari kartini.
2.
Penulis mendapatkan Pelatihan tentang kamera
3. Penulis
mendapat pelatihan pengambilan gambar dan engle.
|
5.
|
Rabu, 22 April 2015
|
1.
Penulis
Melakukan Editing
Video Berita
2.
dan Live
3. Penulis mendapatkan pemahaman yang ada
di dalam mobil SNG (Satelit News
Gathring).
|
6.
|
Kamis, 23 April 2015
|
1.
Penulis melakukan liputan ke KPU, pemilu serentak
2.
dan melakukan
editing video berita.
3. Penulis dapat pelatihan penulisan naskah
berita Tv.
|
7.
|
Jum’at, 24 April 2015
|
1. Live
|
8.
|
Selasa, 28 April 2015
|
1.
Penulis melakukan liputan ke Plaju masalah pidana
Narkoba dan
2. Editing video berita
|
9.
|
Jum’at, 01 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan May Day di simpang lima PS
2. dan
Live
|
10.
|
Sabtu, 02 Mei 2015
|
1. Live
di BKB
|
11.
|
Selasa, 05 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan ke SFC dan
2.
Penulis
melakukan editing
video berita.
|
12.
|
Rabu, 06 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan kekertapati (masalah
kenaikan tiket),
2.
liputan keplaju wawancara humas kereta api dan
3.
Penulis
melakukan proses editing
video berita
|
13.
|
Kamis, 07 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan ke KPU kedatangan (Mentri Luar Negeri) dan
2.
Penulis
mengikuti peliputan ke Polrestza Palembang.
3. Penulis melakukan proses editing video berita.
|
14.
|
Jum’at, 08 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan ke Tempat SFC (masalah
pembubaran PSSI)
2.
Penulis
Melakukan liputan ke KI (Kambang Iwak) masalah pasilitas yang rusak.
3. Penulis melakukan dan edit video
berita
|
15.
|
Sabtu, 09 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan ke festival lampion dan
edit video berita
2. Live jendus
|
16.
|
Selasa, 12 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan ke Lapas perempuan.
2. Live jendus
|
17.
|
Rabu, 13 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan PDIP di Aston dan
2.
edit video berita
3. Live jendus
|
18.
|
Kamis, 14 Mei 2015
|
1.
Penulis melakukan Liputan Kebandara (melunjaknya
penumpang pada saat liburan) dan
2. edit
video berita
|
19.
|
Jum’at, 15 Mei 2015
|
1.
Edit video berita
2. Live
di Kantor gubernur dan
|
20.
|
Sabtu, 16 Mei 2015
|
1.
edit video berita
2. Live
di KI (Kambang Iwak) dan
|
Penulis memulai PKL (Praktek
Kerja Lapangan) pada tanggal 15 April 2015, penulis mendptkan perkenalan dengan
karyawan – karyawan Metro TV, dan mendapatkan perkenalan tentang sofwer-sofwer yang digunakan dalam
proses editing. Penulis mendapatkan pelatihan editing, cara-cara edit, membuang
gambar-gambar yang tidak baik. Kamis, 16 April 2015, penulis melakukan
peliputan ke KPU Sumsel, jumpa pers membicarakan tentang dana unutk pemilukada
tahun ini dan penulis belajar proses editing.
Pada
tanggal 17 April 2015, penulis melakukan peliputan ke Lorena, masalah kenaikan
tiket damri menjelang lebaran. Dan penulis melakukan proses editing video
berita tentang Lorena dibawah naungan editor Metro TV. Selasa 21 April 2015,
penulis mendapatkan pelatihan tentang kamera dan penulis mendapatkan pelatihan
pengambilan gambar dan engle, pencahayaan yang benar ketika sesorang kameramen
mengambil gambar. Penulis juga melakukan peliputan ke Samsat Sumsel dalam
rangka perayaan hari Kartini.
Rabu,
23 April 2015 penulis melakukan proses editing video berita dibawah naungan
seorang editor Metro TV, dan mengikuti proses live/ siaran langsung. Penulis juga mendapatkan pemahaman/
penjelasan yang ada didalam mobil SNG
(Satelite News Gathering).
Kamis,
23 April 2015 penulis melakukan peliputan ke KPU Sumsel tentang pemilukada
serentak di Sumatera Selatan, dan melakukan proses editing dibawah naungan
editor Metro TV. Dan penulis mendapatkan pelatihan tentang penulisan naskah
berita TV. Dan pada tanggal 24 April, penulis mengikuti live/ siaran langsung.
Selasa,
28 April 2015 penulis melakukan peliputan ke Plaju tentang kasus Narkoba pidana
mati. Dan penulis melakukan editing video berita TV. Jum’at 01 Mei 2015,
Penulis melakukan peliputan hari MAY DAY di Simpang lima PS dan siaran
langsung. Sabtu 02 Mei 2015 Penulis mengikuti Live. Selasa 05 Mei, Penulis melakukan peliputan ke SFC dan penulis
melakukan proses editing berita.
Rabu,
06 Mei, Penulis melakukan peliputan stasiun kereta ke kertapati (masalah
kenaikan tiket) menjelang lebaran. Penulhis juga melakukan peliputan wawancara
humas kereta api dan penulis melakukan editing. Kamis 07 Mei, Penulis melakukan
peliputan ke KPU (Kedatangan Menteri Luar Negeri) dan penulis melakukan
peliputan ke Polresta Palembang dan penulis melakukan proses editing berita.
Jum’at
08 Mei, Penulis melakukan liputan ke tempat SFC (masalah pembubaran PSSI) dan
ikut live jendus. dan penulis melakukan peliputan di kambang iwak (KI) masalah
pasilitas yang rusak. penulis melakukan proses editing seperti editing
fasilitas yang rusak, yang pertama – tama adalah file lembar kerja dan
menggunakan lembaran pemilihan DV – PAL standar Televisi Nasional, harus
menggunakan lembar kerja project, lembar kerja editing yang akan di edit, dan
memasukan file, pilih file – import (CTRL I), akan muncul kelembaran kerja, dan
cara pemotongan editing yaitu dengan cara CTRL K dan apabila proses suatu
editing selesai langsung di save project
dengan cara save project export – movie.
Sabtu,
09 Mei penulis melakukan peliputan ke Festival Lampion. Selasa 12 Mei 2015
penulis melakukan peliputan ke Lapas Perempuan dan penulis melakukan editing
bertita dan live Jendus.
Rabu 13 Mei, Penulis
melakukan peliputan kepengadilan Negeri Palembang, dan peliputan PDIP di Aston
dan penulis melakukan proses editing. Kamis 14 Mei, Penulis Penulis melakukan
Liputan Kebandara (melunjaknya penumpang pada saat liburan) dan penulis
melakukan proses editing dan live Jendus. Jum’at 15 Mei penulis melakukan Edit video berita Live di
Kantor gubernur dan pada tanggal 15 Mei edit video berita Live di KI (Kambang
Iwak).
4.3 Pembahasan
4.3.1 Peliputan berita
Peliputan
berita adalah proses pengumpulan data dan informasi di lapangan yang dilakukan
wartawan atau jurnalis. Proses ini bisa berupa pemantauan langsung dan
pencatatan suatu peristiwa yang terjadi atau juga wawancara dengan sejumlah
narasumber. Dalam peliputan umumnya jurnalis melakukan perekaman baik suara
maupun gambar dengan alat bantu seperti perekam suara (tape recorder) atau kamera untuk memotret. Untuk berita penyiaran
televisi, peliputan umumnya dilakukan dengan kamera video yang merekam jalannya
peristiwa. Dalam pelaksanaan peliputan berita, wartawan surat kabar hendaknya
memiliki kesiapan mental serta sarana dan prasarana yang mendukung proses
peliputan.
4.3.2
Peyunting Berita
Seorang editor
yang kreatif dalam pekerjaan editing akan membawa imajinasi baru,
sehingga penyajian beritanya mendapat tanggapan pembaca secara menyenangkan.
Mengedit berita tidaklah semata- mata memotong berita dan memasukannya kedalam
kolom yang tersedia. Namun juga memperhatikan cara menyunting atau mengedit video
berita. inilah 2 (dua) hal utama dalam merumuskan penyutingan suatu berita ;
1)
Mencegah terjadinya kesalahan- kesalahan
a)
Salah ejaan dan Struktur kalimat,
b) Kesalahan fakta- fakta,
c) Kesalahan pada struktur berita
2) Menjaga hal- hal yang tidak dikehendaki
a) Masuknya unsur- unsur pendapat,
b) Adanya pengulangan kata atau kalimat yang
mubazir,
c) Mengoreksi agar jangan ada fakta yang tertinggal,
d)
Menjaga adanya kata atau kalimat yang dapat menimbulkan pencemaran nama baik atau salah tulis gelar dan nama narasumber,
e)
Mengoreksi dan mengantisipasi berita yang sudah basi atau sudah dimuat sebelumnya,
f) Menjaga masuknya berita bohong/ koreksi keakuratan berita.
4.3.3 Proses Editing
Dalam proses editng video
berita, editor menggunakan beberapa peralatan seperti, Komputer, dan Audio
Spiker dan program yang digunakan oleh editor adalah Adove Primer Pro Cs3 dan
Adove Primer Pro Cs6 di Metro Tv Biro Plembang.
4.3.3.1
Memulai project
Sebelum menjalankan adove primier, yang harus disiapkan yang
pertama adalah buka lembar kerja editing. Dan buka lembar kerja pemilihan DP-
PAL Standar Televisi Nasional. Selanjutnya buka lembar kerja di isi dengan nama
judul project, dan masukan File, pilih – Import (CTRL + I), pilih file yang ingin di import
kelembaran kerja. Selanjutnya tampilan memotong video berita caranya dengan
(CTRL+K), dan penambahan efek yang sesui dengan jalan cerita berita. Dan cara
penyimpanan video berita, dengan cara klik save dan klik export di menu file
akan memilih file yang kita inginkan seperti export ke movie.
Dalam laporan ini, data dikumpulkan menggunakan alat pengumpulan
data berupa observasi, dokumentasi dan wawacancara. Setelah diperoleh data
hasil dari observasi dan wawancara, maka penulis melakukan analisis data
tersebut.
Berdasarkan
analisis data yang penulis laksankan pada tanggal 15 April 2015 sampai dengan
16 Mei 2015 bahwa dalam melakukan proses editing sangat memerlukan konsentrasi
dan harus mempunyai ketelitian dalam memotong/cut setiap gambar yang harus
dibuang. Dalam proses editing program
berita , video dan berita sudah dianggap sebagai satu kesatuan dari media yang
memberikan informasi atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat
seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang tepat. Serta editing video
memerlukan kerjasama tim, pengambilan gambar atau video berita yang sesuai
standar berita. Dimana, kameramen harus bekerjasama dengan reporter ketika
pengambilan gambar dan apa saja yang ingin ditanyakan kepada narasumber. Jadi
gambar dan video bisa langsung bercerita dengan kejadian tersebut sebelum
dibuat naskah berita yang dibacakan oleh
reporter.
Gambar atau video
berita menurut standar berita, tidak diperboleh untuk mengambil gambar dengan zoom in atau zoom out, dan tidak diperboleh untuk menggunkan pan kanan atau pan
kiri, akan banyak memakan waktu, apabila seorang kameramen terlalu banyak
menggunakan zoom in, zoom out dan pan kanan, pan kiri. Karena gambar atau video
berita itu harus dengan detail kasus yang terjadi bukan sekedar isu belaka.
Setiap pengambilan gambar harus menggunakan perpotongan atau peberhentian,
setiap gambar yang akan diambil, satu gambar harus tujuh detik untuk
pengambilan gambar dan durasi semua video atau gambar standar 1 menit atau 2 menit satu berita.
Standar gambar atau
video berita, yang terjadi dalam proses editing suatu berita atau video,
apabila ada suatu kasus atau seorang tersangka atau belum jelas menjadi
tersangka dibawah umur, muka orang tersebut harus di blur, karena akan membuat
orang tersebut menjadi takut atau belum tentu kebenarannya atau kejadian
tersebut.
Jadi
dari hasil laporan di atas dapat diketahui ada empat macam dalam proses editing
yang sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas yang harus dilakukan ketika
melakukan proses editing.
Dari hasil editing tersebut dilakukan
dengan standar SOP yang dilakukan editor. Gambar atau video berita yang di edit dan yang didapatkan hari itu akan
ditampilkan secara langsung dan di edit dengan memakan waktu sekitar 30 menit
sampai 1 jam, kalau berita tentang hiburan atau hari pekan akan ditayaang
keesokan harinya dan memakan waktu yang lama dalam pengeditannya.